
AK77News.Kelurahan Mangkoso, Kecamatan Soppeng Riaja dalam memeriahkan Carnval festival Budaya to Berru (FTB) ke-12 tahun 2023, Jumat (26/06/2023).
Kelurahan Mangkoso dipimpin Lurah Drs As’ad Appas bersama Ketua TP PKK Yus’ri As’ad dibersamai beberapa staf dan tokoh masyarakat ikut dalam carnaval budaya Festival Budaya To Berru.
Dengan mengusung tema Melestarikan budaya kearifan lokal, perkuat kebersamaan, gotong royong dan bernafaskan keagamaan sebagaimana tertera dalam spanduk yang dibawa dalam carnaval yang melewati rute Simpang Binangae-Alun-Alun Colli Pujie.
Lurah Mangkoso Drs As’ad menjelaskan, melalui Festival Budaya To Berru tema ini dimaksudkan pelesatarian budaya dengan cara rasa cinta pada kebudayaan, kemudian kebersamaan dan kegotong royongngan dapat ditingkatkab karena berangsur -angsur hilang.
Keberadaan Pondok Pesantren Darud Da’wah wal Irsyad Mangkoso berada di kelurahan ini menjadi ikon tidak hanya Kabupaten Barru sebagai daerah religius dan bernafaskan keagamaan akan tetapi nusantara sampai internasional sudah mengenalnya, tambah As’ad yang baru beberapa pekan dilantik lurah Mangkoso.
Sekilas DDI Mangkoso berdasarkan catatan sejarah bahwa awalnya bernama Madrasah Arabiyah Islamiyah (MAI) Mangkoso yang berdiri Tanggal 29 Syawal 1357 H atau 21 Desember 1938, diprakarsai oleh H.M. Jusuf Andi Dagong Arung Soppeng Riaja dan dipimpin oleh Anregurutta H.Abdurrahman Ambo Dalle, dengan sistem halaqah (Bugis : mangaji tudang).
Kemudian, pada tangga 20 Zulkaidah 1357 H ataul 11 Januari 1939 dibuka tingkatan Tahdiriyah, Ibtidaiyah, I’dadiyah, dan Tsanawiyah.Dalam perkembangannya, MAI membuka cabang di berbagai daerah, misalnya di Pangkep, Soppeng, Wajo, Sidrap, Majene, dan berbagai daerah lainnya.
Tahun 1947, berdasarkan hasil pertemuan alim ulama/ Kadhi se-Sulawesi Selatan serta guru-guru MAI tanggal 16 R. Awal 1366 H atau 7 Februari, nama Madrasah Arabiyah Islamiyah (MAI) Mangkoso dan cabang-cabangnya diubah menjadi Darud Da’wah Wal Irsyad (DDI), sekaligus mengembangkan MAI Mangkoso menjadi sebuah organisasi pendidikan, dakwah, dan sosial kemasyarakatan yang berpusat di Mangkoso.
Sejak itu, DDI semakin berkembang dan mengelola puluhan pesantren dan ratusan madrasah yang tersebar di berbagai provinsi, khususnya di Kawasan Timur Indonesia.Saat ini DDI Mangkoso juga dikenal dengan serambi Cairo.