AK77NEWS.COM, BARRU– Bupati Ir. H. Suardi Saleh, Wakil Bupati, Aska Mappe, Sekda Abustan, AB bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkolimda) kabupaten Barru mengikuti upacara peringatan hari Lahirnya Pancasila secara virtual di Barru Smart Information Centre (BASIC), lantai II Kantor Bupati Barru, Selasa, 1/6/2021.
Ditingkat Nasional, Peringatan Hari Pancasila 1 Juni 2021 digelar di halaman Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Selasa (1/6/2021).
Presiden RI, Jokowi yang bertindak sebagai inspektur upacara secara virtual di Istana Kepresidenan Bogor dan pengucapan Pancasila dibacakan Ketua MPR RI Bambang Susatyo dan Undang-Undang Dasar dibacakan oleh Ketua DPR RI Puang Maharani.
Presiden Joko Widodo dalam sambutannya mengatakan, Peringatan Hari Kelahiran Pancasila tahun ini, dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19 yang menguji daya juang sebagai bangsa, menguji pengorbanan, menguji kedisiplinan dan kepatuhan, serta menguji ketenangan dalam mengambil langkah kebijakan yang cepat dan tepat.
“Dalam menghadapi semua ujian tersebut, kita bersyukur bahwa Pancasila tetap menjadi bintang penjuru untuk menggerakkan kita semua,” ujarnya.
Jokowi berharap kepada masyarakat menggerakkan persatuan dalam mengatasi semua tantangan. Menggerakkan rasa kepedulian untuk saling berbagi. Sekaligus memperkokoh persaudaraan dan kegotong-royongan, untuk meringankan beban seluruh anak negeri. Serta menumbuhkan daya juang dalam mengatasi setiap kesulitan dan tantangan dihadapi.
Lebih lanjut dikatakannya, Nilai-nilai luhur Pancasila harus dihadirkan secara nyata dalam kehidupan, Pancasila kata Jokowi, harus terus menjadi nilai yang hidup dan bekerja dalam kehidupan, menjadi nilai yang bekerja dalam kebijakan dan keputusan pemerintah, serta menjadi nilai yang hidup terus bergelora dalam semangat rakyat Indonesia.
“Tidak henti-hentinya, saya mengajak seluruh penyelenggara negara dari pusat sampai daerah untuk terus meneguhkan keperpihakan kita kepada masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan. Kita harus melayani masyarakat tanpa membeda-bedakan kelompok, ras dan agama. Kita harus memenuhi kewajiban kita, yaitu melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia”, tegasnya.
Jokowi juga mengajak seluruh elemen bangsa di manapun berada, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, untuk terus memperkokoh tali persatuan dan persaudaraan. “Mari kita saling membantu, saling menolong, dan selalu bergotongroyong. Kita harus selalu optimis bahwa bangsa kita adalah bangsa pemenang dalam menghadapi setiap tantangan yang menghadang,” katanya.
“Kekurangan dan kelemahan tidak menghalangi kita untuk terus maju. Kekurangan dan kelemahan harus sama-sama kita perbaiki. Kita jadikan momentum perubahan untuk memicu lompatan kemajuan, agar kita menjadi bangsa yang kuat dan mandiri, bangsa yang berdiri di atas kaki sendiri,” kata mantan Wali Kota Solo itu.
Dia menambahkan, Tantangan yang di hadapi tidaklah mudah. Tahun ini atau bahkan tahun depan, situasi yang sulit masih akan dihadapi. Situasi yang memerlukan daya juang sebagai bangsa, yang memerlukan kerja keras agar mampu melewati masa sulit itu.
“Kita tidak sendirian, ada 215 negara di dunia berada dalam kondisi kesulitan seperti kita. Tetapi, kita juga harus menyadari bahwa semua negara tengah berlomba-lomba untuk menjadi pemenang dalam pengendalian virus, maupun menjadi pemenang dalam pemulihan ekonomi,” ungkapnya.
Sebagai bangsa yang besar, lanjut Jokowi juga harus tampil sebagai pemenang, optimis, dan harus mampu menciptakan peluang di tengah kesulitan, serta harus menjawab semua itu dengan inovasi dan karya nyata. Di tengah pandemi Covid-19 Jokowi meminta untuk tidak berhenti berkreasi, berinovasi dan berprestasi.
“Mari kita buktikan ketangguhan kita. Mari kita menangkan masa depan kita. Mari kita wujudkan cita-cita luhur para pendiri bangsa kita, dan sebagai saudara se-Bangsa dan se-Tanah Air, mari kita perkokoh persatuan. Mari kita peduli dan berbagi untuk sesama. Mari kita tunjukkan bahwa kita adalah bangsa yang kuat, bukan hanya mampu menghadapi tantangan. Tetapi menjadi bangsa yang memanfaatkan kesulitan menjadi lompatan kemajuan,” pungkasnya.