BARRU AK77NEWS.COM— Berawal dari keberanian melihat peluang di sektor perikanan, Fikram, S.Pi, pemuda asal Garongkong, Kabupaten Barru, berhasil mengembangkan budidaya udang vaname dengan metode kolam bundar di Desa Pancana, Kecamatan Tanete Rilau.

AkInovasi dan konsistensinya dalam mengelola budidaya tersebut mengantarkan Fikram meraih Svarna Bhumi Award 2026 Program Ketahanan Pangan tingkat nasional.

Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa generasi muda daerah mampu mengembangkan potensi lokal menjadi usaha produktif dengan dukungan teknologi, inovasi dan manajemen yang terukur.
Keberhasilan Fikram mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Barru. Wakil Bupati Barru, Abustan Andi Bintang, menerima ekspose Fikram di ruang rapat Wakil Bupati, Selasa (1/9/2026), sebelum bersama rombongan meninjau langsung lokasi budidaya udang vaname di Desa Pancana.
Dalam ekspose tersebut, Fikram memaparkan secara rinci usaha yang dikembangkannya, mulai dari metode budidaya, kebutuhan investasi, kapasitas produksi hingga potensi pendapatan.
Di lokasi budidaya, Fikram saat ini mengelola 14 kolam bundar, terdiri dari 10 kolam berdiameter 25 meter dan empat kolam berdiameter 23 meter.
Untuk pembangunan infrastruktur setiap kolam, yang mencakup konstruksi kolam bundar, jaringan listrik dan kincir, dibutuhkan investasi sekitar Rp110 juta. Sementara modal budidaya hingga panen, termasuk benur, pakan dan kebutuhan lainnya, sekitar Rp100 juta per kolam dalam satu siklus.
Setiap kolam ditebar sekitar 140.000 ekor benur. Udang dipelihara selama kurang lebih 115–120 hari sebelum memasuki masa panen.
Hasilnya cukup menjanjikan. Setiap kolam mampu menghasilkan rata-rata 2,5–2,7 ton udang vaname per siklus, dengan ukuran rata-rata size 30.
Dari produksi tersebut, Fikram mampu mencatat pendapatan bersih sekitar Rp50 juta hingga Rp80 juta per kolam setiap siklus.
Angka tersebut menunjukkan bahwa budidaya perikanan dapat menjadi pilihan usaha yang menjanjikan bagi generasi muda apabila dikelola secara profesional.
Fikram tidak sekadar mengandalkan pengalaman dalam menjalankan usaha. Metode kolam bundar yang diterapkannya dipadukan dengan pengelolaan kualitas air, penggunaan kincir serta manajemen budidaya yang terukur untuk menjaga produktivitas udang.
Keberhasilannya kemudian mendapat pengakuan melalui Svarna Bhumi Award 2026, yang menjadi salah satu capaian penting dalam perjalanan usaha Fikram.
Wakil Bupati Barru
Abustanmengapresiasi pencapaian tersebut. Menurutnya, Fikram telah menunjukkan bahwa anak muda Barru mampu bersaing dan menghasilkan inovasi yang mendapat pengakuan hingga tingkat nasional.
“Ini tentu menjadi sesuatu yang patut kita apresiasi. Yang kita harapkan bukan hanya Fikram yang berhasil, tetapi keberhasilan ini bisa menginspirasi dan melahirkan Fikram-Fikram baru di Kabupaten Barru,” ujar Abustan.
Menurutnya, keberhasilan Fikram sekaligus menjadi contoh bahwa sektor perikanan memiliki peluang ekonomi yang besar jika dikelola dengan pendekatan teknologi dan manajemen usaha yang tepat.
“Jangan melihat perikanan hanya sebagai sektor biasa. Di dalamnya ada peluang ekonomi yang besar. Kalau dikelola dengan baik, seperti yang dilakukan Fikram, bisa memberikan hasil dan membuka lapangan usaha,” katanya.
Abustan berharap perjalanan usaha Fikram tidak berhenti pada pencapaian saat ini. Ia mendorong agar usaha tersebut terus dikembangkan sehingga mampu memberikan dampak yang lebih luas, termasuk membuka peluang kerja dan menjadi inspirasi bagi pemuda Barru lainnya.
Bagi Fikram, Pancana kini bukan hanya menjadi lokasi budidaya udang vaname, tetapi juga menjadi ruang pembuktian bahwa anak muda daerah mampu mengubah potensi lokal menjadi usaha bernilai ekonomi.
Dari kolam-kolam bundar di Pancana, Fikram menunjukkan bahwa sektor perikanan bukan sekadar pekerjaan tradisional. Dengan keberanian mencoba, inovasi, teknologi dan pengelolaan yang serius, budidaya perikanan dapat menjadi jalan menuju kemandirian ekonomi generasi muda.
Capaian Fikram pun diharapkan menjadi awal lahirnya lebih banyak petambak milenial Barru yang berani berinovasi dan menjadikan potensi perikanan daerah sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru. (Syam)

Komentar