BARRU AK77NEWS.COM – Dinas Perikanan Kabupaten Barru mendapat apresiasi dari Syamsul Rijal, S.Pd yang juga Ketua Komisi II atas keberhasilan panen perdana budidaya udang vaname metode bioflok dan turut menyaksikan panen di Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) WanuaE di Lingkungan Temmireng, Kelurahan Takkalasi, Kecamatan Balusu, Kamis (16/7/2026).

Panen tersebut merupakan bagian dari program percontohan (biokplot) yang dibina Dinas Perikanan Kabupaten Barru untuk mendorong peningkatan produktivitas budidaya melalui penerapan teknologi yang lebih efisien.

Syamsul Rijal menilai inovasi tersebut layak dikembangkan karena berpotensi meningkatkan hasil produksi sekaligus pendapatan pembudidaya.
“Bioflok ni bisa menjadi contoh bagi kelompok pembudidaya lainnya. Harapannya, teknologi seperti ini semakin banyak diterapkan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” kata ancu panggilan Syamsul.
Politisi PDI Perjuangan itu menekankan keberhasilan pengembangan sektor perikanan tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak. Menurutnya, dibutuhkan sinergitas antara Pemerintah Daerah, DPRD, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Pusat agar program pembinaan serta pengembangan budidaya berjalan secara berkelanjutan.
“DPRD siap memberikan dukungan melalui regulasi maupun anggaran. Kita ingin sektor perikanan Barru semakin maju dan mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Barru H. Muhammad Ushuluddin, ST, M.Si mengatakan
Bioflok
merupakan model budidaya yang menerapkan pengelolaan pakan, kualitas air, dan manajemen budidaya secara optimal.
“Melalui metode ini kami ingin memberikan contoh praktik budidaya yang baik kepada para pembudidaya agar produktivitas dan kualitas hasil panen terus meningkat,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, dilakukan panen udang vaname metode bioflok milik Pokdakan WanuaE. Setelah masa pemeliharaan selama 71 hari, budidaya tersebut berhasil menghasilkan sekitar 2,7 ton udang vaname.
Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Barru Fauziah, SP, M.Si menjelaskan, dengan harga jual di tingkat panen sebesar Rp56 ribu per kilogram, budidaya tersebut membukukan pendapatan sekitar Rp80,2 juta dari modal budidaya sebesar Rp71 juta.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa budidaya udang vaname dengan sistem bioflok memiliki prospek usaha yang menjanjikan bagi para pembudidaya.
Kegiatan panen turut dihadiri para penyuluh perikanan pusat dan daerah, kelompok pembudidaya ikan, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Pemerintah Kabupaten Barru melalui Dinas Perikanan berharap model budidaya Bioflok dapat diperluas ke berbagai kelompok pembudidaya sebagai upaya meningkatkan produktivitas sektor perikanan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat pesisir.

Komentar