EKONOMI & BISNIS
Beranda / EKONOMI & BISNIS / Kelompok Budidaya Mappadeceng Tebar 3.500 Bibit Nila Monosex di Tambak YWBL,Dukung Sektor Perikanan Dan Ketahanan Pangan

Kelompok Budidaya Mappadeceng Tebar 3.500 Bibit Nila Monosex di Tambak YWBL,Dukung Sektor Perikanan Dan Ketahanan Pangan

BARRU, AK77News.com – Semangat pemberdayaan terus ditunjukkan YWBL Community. Melalui Kelompok Budidaya Mappadeceng, komunitas ini menebar 3.500 bibit ikan nila monosex di tambak YWBL, Desa Cilellang, Kecamatan Mallusetasi, Senin malam 29/6/2026.

Penebaran bibit dilakukan secara gotong royong anggota kelompok. Ini jadi langkah awal siklus budidaya ikan nila tahun ini.

Pilih Nila Monosex Biar Panen Cepat
Bibit yang ditebar merupakan nila monosex. Jenis ini dikenal punya keunggulan pertumbuhan lebih cepat, ukuran seragam, dan produktivitas tinggi dibanding nila campuran.

“Pada malam ini kami menebar sebanyak 3.500 ekor bibit ikan nila monosex di kolam berukuran 20 x 30 meter. Dengan perawatan yang baik dan kondisi cuaca mendukung, kami menargetkan panen sekitar 95 hari,” kata Ketua Kelompok Budidaya Mappadeceng, Ridwan.

H. Juhaeni Nahkodai PERPANI Barru Lewat Aklamasi, Ketua Bidang Perencanaan Wakili KONI Hadiri Muskablub


Selama masa pemeliharaan, kelompok akan menerapkan budidaya ramah lingkungan. Mulai dari pengelolaan kualitas air, pemberian pakan teratur, sampai pemantauan kesehatan ikan agar tingkat kelangsungan hidup optimal.

Ridwan berharap kegiatan ini berdampak ekonomi bagi anggota dan jadi inspirasi warga lain.

“Kami ingin hasil maksimal, kesejahteraan anggota naik, dan mendukung program Pemkab Barru di sektor perikanan. Sekaligus berkontribusi pada penguatan ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Komitmen Kembangkan Potensi Lokal
YWBL Community menegaskan komitmennya mengembangkan program pemberdayaan berbasis potensi lokal. Sasarannya tak hanya perikanan, tapi juga pertanian dan kegiatan sosial kemasyarakatan.

Dengan semangat kebersamaan, kelompok optimistis target panen 95 hari tercapai. Hasilnya diharapkan bisa memenuhi kebutuhan pasar lokal Barru dan daerah sekitar.

Dosen Dan Mahasiswa FEB UMI Bedah UMKM Ikan Kering Labuange Barru: PR-nya Digitalisasi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *