BARRU AK77NEWS.COM— Anggota DPRD Kabupaten Barru, Herman Jaya, mendorong Pemerintah Desa Siawung menjadikan penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) periode 2026–2034 sebagai momentum untuk memperkuat kemandirian ekonomi desa.
Hal tersebut disampaikan Herman Jaya saat memberikan sambutan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbang) dalam rangka penyusunan RPJMDes Desa Siawung periode 2026–2034.
Menurut Herman Jaya, RPJMDes tidak boleh hanya menjadi dokumen administratif, tetapi harus menjadi peta jalan pembangunan yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat selama delapan tahun ke depan.
“RPJMDes harus menjadi peta jalan pembangunan Desa Siawung yang lahir dari kebutuhan dan aspirasi masyarakat,” ujarnya.
Ia mengingatkan, keterbatasan kemampuan anggaran desa menuntut pemerintah dan masyarakat untuk lebih cermat dalam menentukan skala prioritas pembangunan.
Program yang menjadi kewenangan desa, kata dia, dapat didorong melalui APBDes. Sementara kebutuhan yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten, provinsi maupun pusat harus diperjuangkan melalui sumber pembiayaan sesuai kewenangannya.
“Jangan semua persoalan pembangunan berakhir dengan satu jawaban, nanti kita anggarkan melalui Dana Desa. Kita harus mulai mengubah cara berpikir. Desa ke depan tidak boleh hanya pintar membelanjakan anggaran, tetapi juga harus pintar menciptakan dan menggerakkan sumber-sumber ekonomi desa,” tegasnya.
Herman Jaya Soroti Peran BUMDes
Dalam kesempatan tersebut, Herman Jaya memberikan perhatian khusus terhadap keberadaan BUMDes Bukit Biru Desa Siawung.
Ia mendorong agar BUMDes dievaluasi secara menyeluruh dan dikembalikan pada tujuan utamanya sebagai salah satu motor penggerak perekonomian desa.
Menurutnya, keberhasilan BUMDes tidak cukup diukur dari keberadaan pengurus maupun unit usaha, tetapi harus dilihat dari manfaat dan hasil yang diberikan kepada masyarakat.
“Apakah BUMDes menghasilkan keuntungan? Apakah membuka lapangan pekerjaan? Apakah membantu usaha masyarakat? Apakah mampu mengelola potensi desa? Dan yang paling penting, apakah sudah mampu memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa?” katanya.
Herman Jaya berharap BUMDes Siawung ke depan memiliki kelembagaan yang sehat, dikelola secara profesional dan transparan, serta mampu mengembangkan unit usaha yang produktif.
Ia bahkan berharap BUMDes secara bertahap dapat memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes).
Selain BUMDes, Herman Jaya juga menyoroti keberadaan Koperasi Desa Merah Putih yang dinilainya sebagai peluang untuk memperkuat ekonomi masyarakat.
Namun, ia mengingatkan agar BUMDes dan koperasi tidak berjalan sendiri-sendiri atau justru saling bersaing pada bidang usaha yang sama.
“Kita harus dudukkan bersama, apa yang menjadi wilayah usaha BUMDes, apa yang dapat dikembangkan koperasi, dan bagaimana keduanya bisa saling memperkuat,” jelasnya.
Ia berharap BUMDes dan Koperasi Desa Merah Putih dapat menjadi bagian dari satu ekosistem ekonomi desa yang menghubungkan kelompok tani, kelompok kelautan dan perikanan, UMKM serta masyarakat produktif.
Mulai dari produksi, permodalan, pengolahan hingga pemasaran, seluruh potensi tersebut diharapkan dapat terintegrasi sehingga perputaran ekonomi semakin banyak terjadi di Desa Siawung.
Pembangunan Tidak Hanya Infrastruktur
Herman Jaya juga mengingatkan agar arah pembangunan Desa Siawung selama delapan tahun ke depan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik.
Menurutnya, pembangunan jalan dan drainase tetap penting, namun harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, pertanian, perikanan, ketahanan pangan, UMKM, pemberdayaan pemuda dan perempuan, lingkungan hidup serta penciptaan lapangan pekerjaan.
“Ukuran keberhasilan pembangunan desa bukan hanya berapa meter jalan dan drainase yang kita bangun, tetapi juga berapa banyak pendapatan masyarakat yang meningkat, berapa lapangan pekerjaan yang tercipta, dan berapa keluarga yang kehidupannya menjadi lebih baik,” katanya.
Sebagai Anggota DPRD Kabupaten Barru sekaligus bagian dari masyarakat Desa Siawung, Herman Jaya menegaskan komitmennya untuk ikut mengawal aspirasi masyarakat.
Kebutuhan strategis yang tidak mampu dibiayai melalui APBDes, kata dia, akan diidentifikasi untuk selanjutnya diperjuangkan melalui pemerintah kabupaten, provinsi maupun pemerintah pusat sesuai kewenangannya.
Ia juga berharap RPJMDes yang telah disusun nantinya tidak berhenti sebagai dokumen perencanaan, tetapi dievaluasi secara berkala setiap tahun.
“Dana Desa bisa naik dan bisa turun. Program pemerintah bisa datang dan bisa berakhir. Tetapi kalau Desa Siawung memiliki BUMDes dan koperasi yang sehat, usaha masyarakat yang kuat serta sumber Pendapatan Asli Desa yang terus tumbuh, berarti kita sedang membangun kemandirian Siawung untuk jangka panjang,” tuturnya.
Menutup sambutannya, Herman Jaya menyampaikan pesan optimistis bagi masyarakat Desa Siawung.
“Anggaran kita boleh terbatas, tetapi gagasan, semangat dan kebersamaan kita untuk membangun Siawung tidak boleh terbatas.”

Komentar