BARRU AK77NEWS.COM— Universitas Negeri Makassar (UNM) terus mendorong masyarakat desa meningkatkan nilai tambah produk lokal melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi. Hal itu diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “PKM Pelatihan Pembuatan Label Kemasan di Desa Corawali Kabupaten Barru” yang digelar selama dua hari, 11–12 Juli 2026.
Kegiatan tersebut menyasar masyarakat Desa Corawali, Kabupaten Barru, dengan fokus pada peningkatan keterampilan dalam membuat label dan kemasan produk yang lebih menarik, aman, fungsional, sekaligus mampu meningkatkan daya jual.
Tim pengabdi UNM terdiri atas Muhammad Muhaemin, Nurul Fadhillah, dan Nurjayanti. Mereka memberikan pelatihan dan pendampingan kepada warga dengan memanfaatkan potensi produk pangan lokal yang selama ini berkembang di Desa Corawali, khususnya ikan kering dan olahan pisang.
Potensi tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk oleh-oleh khas desa. Namun, kualitas produk perlu ditunjang dengan kemasan yang tepat agar mampu memberikan perlindungan, meningkatkan daya tarik, serta memperkuat identitas produk ketika dipasarkan kepada konsumen.
Dalam pelatihan, peserta tidak hanya mendapatkan materi tentang pembuatan label, tetapi juga praktik pengemasan berbagai produk lokal.
Salah satu perhatian utama diberikan pada produk ikan kering. Produk tersebut membutuhkan teknik pengemasan khusus karena memiliki aroma yang cukup kuat. Karena itu, warga diperkenalkan pada konsep kemasan anti-bau untuk membantu mengurangi aroma yang keluar dari kemasan sehingga produk lebih nyaman dibawa, disimpan, maupun dipasarkan.
Selain ikan kering, peserta juga mendapatkan pendampingan dalam mengembangkan kemasan untuk produk olahan pisang, salah satunya kerupuk pisang.
Pelatihan tersebut menekankan bahwa kemasan bukan sekadar pembungkus produk. Kemasan juga dapat menjadi bagian penting dari identitas dan strategi pemasaran. Desain yang menarik, informasi produk yang jelas, serta tampilan yang sesuai dengan karakter produk dapat meningkatkan kepercayaan dan ketertarikan konsumen.
Manfaatkan AI untuk Desain Kemasan
Hal menarik dalam kegiatan PKM ini adalah pengenalan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) sebagai salah satu alat bantu dalam merancang desain kemasan.
Tim pengabdi memperkenalkan kepada masyarakat bagaimana teknologi AI dapat dimanfaatkan untuk mencari inspirasi visual, menentukan konsep desain, mengembangkan ilustrasi, hingga menghasilkan berbagai alternatif tampilan label produk.
Pemanfaatan teknologi tersebut membuka wawasan baru bagi masyarakat bahwa AI tidak hanya dapat digunakan untuk kebutuhan komunikasi dan informasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan dalam pengembangan kreativitas dan pemasaran produk UMKM.
Dengan bantuan teknologi AI, masyarakat dapat mengeksplorasi berbagai ide desain secara lebih cepat sebelum menentukan konsep yang paling sesuai dengan karakter produk dan identitas lokal Desa Corawali.
Kegiatan selama dua hari ini menjadi bagian dari komitmen UNM dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat sekaligus mendorong pemanfaatan potensi desa secara lebih inovatif.
Melalui pelatihan tersebut, produk ikan kering dan olahan pisang diharapkan tidak hanya memiliki kualitas yang baik, tetapi juga didukung kemasan yang menarik, fungsional, informatif, dan memiliki identitas lokal.
Kolaborasi antara potensi pangan lokal, kreativitas masyarakat, desain kemasan, dan teknologi AI diharapkan menjadi langkah awal untuk membawa produk Desa Corawali naik kelas, memiliki nilai tambah, dan semakin kompetitif di pasar.
Pada akhirnya, kegiatan PKM UNM ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri masyarakat dalam mengembangkan produk oleh-oleh khas desa, memperluas jangkauan pemasaran, sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan melalui penguatan produk lokal.

Komentar