Herdiman Tabi pada Pemerintahan
15 Des 2025 20:48 - 3 menit reading

Wabup Barru Tekankan Edukasi Kesehatan Berbasis Ilmiah dan Berkelanjutan

BARRU | AK77NEWS.COM — Wakil Bupati Barru, Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si., menghadiri Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan Deteksi Dini, Upaya Preventif, dan Respon Penyakit yang digelar Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Barru. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel D’Shining Takkalasi, Kecamatan Balusu, Senin (15/12/2025).

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa kesehatan dan pendidikan merupakan dua pilar utama pembangunan masyarakat, di mana pendidikan kesehatan menjadi jembatan strategis yang menghubungkan keduanya. Menurutnya, peningkatan derajat kesehatan masyarakat tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan program dan anggaran, tetapi juga oleh penerimaan masyarakat terhadap rekomendasi kesehatan berbasis ilmiah.

Ia menyoroti masih rendahnya minat vaksinasi, ketidakpatuhan terhadap protokol kesehatan saat wabah, serta maraknya ketidakpercayaan terhadap informasi kesehatan yang telah teruji secara ilmiah. “Kondisi ini tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Wabup Abustan menekankan bahwa solusi persoalan kesehatan tidak cukup dengan pendekatan regulatif atau pemaksaan. Edukasi kesehatan harus disampaikan secara menarik, mudah dipahami, dan sesuai konteks lokal, termasuk dengan melibatkan tokoh masyarakat yang memiliki pengaruh dan kepercayaan publik.

Ia juga menilai pola kerja sektor kesehatan yang cenderung intensif hanya pada kondisi tertentu, seperti saat pandemi Covid-19, menjadi salah satu akar persoalan. Program kesehatan, seperti deteksi dini, vaksinasi, dan kunjungan rumah, menurutnya memerlukan keberlanjutan dan koordinasi kuat antara dinas kesehatan, puskesmas, serta lintas sektor, termasuk pendidikan dan ekonomi.

Wakil Bupati mendukung rencana pengecekan langsung kondisi lapangan mulai Januari mendatang guna memastikan kesesuaian program dengan kebutuhan riil masyarakat. “Kita tidak bisa hanya fokus pada satu program dan mengabaikan yang lain, karena seluruh program saling berkaitan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kesehatan dan pendidikan saling menguatkan dalam konteks ekonomi makro dan kesejahteraan. Masyarakat dengan literasi kesehatan yang baik dapat meminimalkan risiko jatuh miskin akibat penyakit, sementara pendidikan yang lebih tinggi akan meningkatkan kesadaran menjaga kesehatan demi produktivitas jangka panjang. Untuk itu, diusulkan kerja sama dengan kampus-kampus lokal dalam integrasi pendidikan kesehatan.

Terkait pengelolaan anggaran, seperti Dana BOK dan Dana Desa, Wabup Barru mengingatkan bahwa besarnya alokasi anggaran tidak otomatis berdampak positif jika tidak dikelola secara efektif. Ia mencontohkan kasus stunting yang masih meningkat meskipun telah dialokasikan anggaran khusus serta dilaksanakan program rumah gizi.

Sementara itu, Ketua Panitia melaporkan bahwa kegiatan ini diikuti 42 peserta dari 12 UPT Puskesmas se-Kabupaten Barru dan didukung penuh oleh pimpinan daerah serta jajaran Dinas Kesehatan. Kegiatan ini didanai sebesar Rp32.804.250 yang bersumber dari DIPA Dinas Kesehatan Kabupaten Barru melalui DAK Non Fisik Kesehatan.

Rapat koordinasi ini bertujuan untuk evaluasi dan monitoring capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan, sinkronisasi dan koordinasi data lintas sektor, identifikasi tantangan lapangan, serta penyusunan strategi dan rencana tindak lanjut peningkatan kualitas pelayanan. Kegiatan juga difokuskan pada penguatan sinergi posyandu, pustu, puskesmas, dan Dinas Kesehatan melalui pemberdayaan masyarakat dan promosi gaya hidup sehat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Barru, Kepala Bidang P2P, Kepala Subbag Program Dinkes, perwakilan Bidang Pelayanan Kesehatan, para Kepala UPT Puskesmas, serta Kepala Tata Usaha UPT Puskesmas se-Kabupaten Barru. (Humas-IKP)