BARRU, AK77NEWS.COM – Pemerintah Desa Paccekke, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru, menggelar Musyawarah Rembug Stunting sebagai upaya memperkuat sinergi dalam percepatan penurunan angka stunting di tingkat desa.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Paccekke, Selasa (30/6/2026), dihadiri Camat Soppeng Riaja, perangkat desa, tenaga kesehatan Puskesmas, kader Posyandu, kelompok perempuan, tokoh masyarakat, serta perwakilan keluarga sasaran.
Kegiatan diawali dengan doa bersama, dilanjutkan pemaparan kondisi gizi dan pertumbuhan balita di Desa Paccekke sebagai dasar penyusunan langkah-langkah penanganan stunting yang lebih terarah.
Dalam arahannya, Camat Soppeng Riaja menegaskan bahwa penanganan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, upaya tersebut harus dimulai dari pemenuhan gizi keluarga, peningkatan akses air bersih dan sanitasi, hingga pendampingan intensif bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
“Stunting adalah tanggung jawab bersama. Dibutuhkan kerja sama antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat agar setiap anak memperoleh hak tumbuh kembang yang optimal. Seluruh usulan yang disampaikan dalam rembuk ini harus segera ditindaklanjuti melalui rencana kerja yang nyata,” ujarnya.
Forum rembuk stunting juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai usulan, di antaranya penyuluhan gizi secara berkala, gerakan pemanfaatan pekarangan untuk menanam pangan bergizi, peningkatan sarana air bersih dan sanitasi, serta penguatan pemantauan pertumbuhan balita dan pelaksanaan imunisasi.
Seluruh masukan tersebut dicatat oleh pemerintah desa bersama tim kesehatan untuk diakomodasi dalam program dan anggaran desa sebagai bagian dari komitmen percepatan penurunan stunting.
Kepala Desa Paccekke menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kecamatan Soppeng Riaja dan partisipasi aktif seluruh masyarakat dalam rembuk tersebut. Ia menegaskan komitmen pemerintah desa untuk terus menghadirkan program yang berpihak pada peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak.
“Kami berkomitmen menjadikan Desa Paccekke sebagai desa yang sehat dan bebas stunting, sehingga generasi penerus dapat tumbuh optimal. Hal ini juga sejalan dengan upaya kami dalam membangun desa yang maju melalui pengembangan potensi wisata dan budaya,” katanya.
Musyawarah ditutup dengan kesepakatan pembentukan Tim Penanggulangan Stunting Desa Paccekke beserta penyusunan jadwal tindak lanjut di setiap dusun. Melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, diharapkan berbagai program yang telah direncanakan mampu menekan angka stunting serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Paccekke.

Komentar