BARRU, AK77NEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Barru memperkuat langkah pengembangan wisata pesisir melalui kolaborasi dengan perbankan dan masyarakat desa. Fokus kali ini tertuju pada kawasan Pantai Batupute yang dinilai memiliki potensi besar menjadi destinasi unggulan.
Hal tersebut dibahas dalam pertemuan di Rujab Bupati Barru, Rabu (13/02/2026). Hadir Sekda Barru, Kadis Parekrafpora, Pinca BRI Barru, Camat Soppengriaja, Kepala Desa Batupute, Ketua BPD, dan pengelola BUMDes setempat.
Kadis Parekrafpora Barru Dr. H. Muh. Syukri memaparkan, garis pantai sepanjang 1.200 meter di Batupute yang terhubung dengan kawasan wisata Lasonrai selama ini sudah dimanfaatkan warga, termasuk untuk kebun kelapa. Kini desa bersama masyarakat menyiapkan rencana pengembangan bertahap dengan tetap menjaga aspek legalitas, tata ruang, lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.
Kabar baik datang dari BRI melalui program Desa BRILiaN. Cabang BRI Barru menggelontorkan dana Rp300 juta untuk revitalisasi dan penataan kawasan pesisir Batupute.
Kepala Cabang BRI Barru Ardiansyah menjelaskan, Batupute terpilih sebagai salah satu dari 12 Desa BRILiaN terbaik tingkat nasional. “Bantuan ini untuk mendukung sektor pariwisata dan pemberdayaan potensi desa agar lebih produktif,” ujarnya.
Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari menyampaikan terima kasih atas dukungan BRI. Ia menilai kolaborasi pemerintah, perbankan, dan masyarakat kunci untuk menggerakkan ekonomi lokal berbasis potensi daerah.
“Saya harap bantuan ini jadi semangat baru bagi warga Batupute mengelola wisata secara profesional dan berkelanjutan. Pantai kita punya daya tarik, tinggal dikelola dengan baik agar bisa jadi sumber pendapatan baru,” kata Andi Ina.
Bupati juga mengingatkan pentingnya kejelasan status lahan sebelum pembangunan dimulai. Menurutnya, legalitas harus tuntas sejak awal agar tidak menimbulkan konflik di kemudian hari.
“Semua harus dibicarakan baik-baik dengan masyarakat. Jangan sampai niat baik membangun wisata justru menimbulkan masalah,” tegasnya.
Ia menekankan agar anggaran digunakan tepat sasaran, tidak hanya untuk pembangunan fisik, tetapi juga memberi dampak jangka panjang. Andi Ina mencontohkan sejumlah daerah yang sukses mengubah wilayah minim SDA menjadi destinasi wisata produktif lewat inovasi dan tata kelola yang rapi.
Sekda Barru A. Syarifuddin menambahkan, penyusunan desain kawasan perlu melibatkan tenaga ahli agar fasilitas wisata sesuai kebutuhan dan tidak merusak lingkungan pesisir. Selain infrastruktur, peningkatan kapasitas SDM pengelola dan masyarakat juga menjadi kunci.
“Wisata bukan cuma tempat indah. Masyarakat harus siap menyambut wisatawan, menjaga kebersihan, dan memberi kesan baik,” jelasnya.
Konsep ekowisata dan konservasi juga akan dikedepankan, termasuk menjaga hutan mangrove yang ada di kawasan tersebut. Pemkab Barru berharap Pantai Pasir Putih Batupute bisa berkembang menjadi destinasi terintegrasi dengan wisata pesisir lainnya di Barru dan memberi dampak ekonomi yang luas bagi warga.