MAKASSAR AK77NEWS.COM– Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, menegaskan komitmennya mempercepat reformasi birokrasi dengan melakukan penilaian langsung terhadap kinerja seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Evaluasi dilakukan secara berkala sebagai upaya memastikan birokrasi bekerja profesional, disiplin, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Dalam kegiatan Asistensi Penyusunan Peta Proses Bisnis Perangkat Daerah Pemerintah Kabupaten Barru Tahun 2025–2029 di Hotel Aryaduta Makassar, Sabtu (1/8/2026),
Andi Ina mengawali arahannya dengan menyoroti rendahnya kehadiran sejumlah pimpinan OPD dan camat. Menurutnya, agenda strategis yang berkaitan dengan penyelarasan RPJMD dan kebijakan pemerintah provinsi harus dihadiri langsung oleh pimpinan, bukan diwakilkan.
“Saya tidak terima jika hal strategis seperti ini pimpinan OPD-nya tidak hadir tanpa alasan mendesak. Kedisiplinan dan keberadaan pimpinan sangat menentukan arah jalannya pemerintahan,” tegasnya.
Bupati mengungkapkan, sistem evaluasi kinerja pejabat dilakukan setiap tiga bulan dan dikelola langsung olehnya. Ia menegaskan tidak akan ragu memberikan penilaian rendah kepada pejabat yang tidak mampu memenuhi target dan komitmen kinerja.
Selain disiplin, Andi Ina juga meminta seluruh kepala perangkat daerah memberdayakan seluruh ASN sesuai tugas pokok dan fungsinya. Ia mengingatkan agar tidak ada lagi penumpukan pekerjaan pada pegawai tertentu karena faktor kedekatan.
“Saya akan turun langsung ke OPD untuk memastikan seluruh ASN diberdayakan sesuai tupoksinya,” ujarnya.
Di sisi lain, Bupati mengapresiasi peningkatan Indeks Reformasi Birokrasi Kabupaten Barru tahun 2025 yang mencapai 73,99 dengan predikat BB (Sangat Baik), meningkat dari kategori B pada tahun sebelumnya. Namun, ia mengingatkan agar capaian tersebut tidak hanya menjadi dokumen administratif, melainkan diwujudkan dalam perbaikan tata kelola pemerintahan.
Menurutnya, penyusunan peta proses bisnis menjadi fondasi penting dalam mendukung Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), menghilangkan duplikasi pekerjaan, dan mencegah pemborosan anggaran.
Andi Ina juga menegaskan bahwa pengisian jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Barru bebas dari praktik transaksional. Ia memastikan satu-satunya ukuran yang digunakan adalah kinerja.
“Saya tidak pernah meminta apa pun. Yang saya minta hanya satu, tunjukkan kinerja terbaik. Itulah yang akan saya nilai sampai akhir masa jabatan,” katanya.
Menutup arahannya, Bupati mengajak seluruh peserta mengikuti asistensi dengan serius sebagai langkah nyata mempercepat transformasi birokrasi yang efektif, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
“Saya tidak sedang mengejar jabatan berikutnya. Yang saya pikirkan adalah bagaimana amanah lima tahun ini bisa saya tuntaskan dengan sebaik-baiknya dan benar-benar berdampak bagi masyarakat Kabupaten Barru,” tutupnya.

Komentar