BARRU, AK77NEWS.COM — Persoalan gulma dan hama masih menjadi tantangan bagi petani dalam menjaga produktivitas lahan pertanian. Menjawab persoalan tersebut, Kelompok Tani To Nepo menghadirkan PT Dharma Guna Wibawa (DGW) untuk memberikan edukasi sekaligus solusi pengendalian gulma dan hama kepada para petani.
Kegiatan berlangsung di rumah salah satu anggota Kelompok Tani To Nepo, Dusun Mareppang, Desa Nepo, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, Jumat (14/8/2026).
Sosialisasi tersebut dihadiri PIC Kabupaten Barru Rahmatullah, Promotion Officer PT DGW wilayah Kabupaten Maros Muhammad Yusuf selaku pemateri, serta Ketua Kelompok Tani To Nepo Darman bersama sejumlah anggota kelompok.
Di hadapan petani, Muhammad Yusuf memaparkan berbagai produk PT DGW, mulai dari merek, manfaat, harga hingga tata cara penggunaannya. Produk yang diperkenalkan tidak hanya ditujukan untuk pengendalian gulma, tetapi juga hama serta pupuk berbentuk serbuk.
Menurut Yusuf, gulma dan hama kerap menjadi persoalan yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman, khususnya pada pertanaman padi dan jagung.
Karena itu, penggunaan produk pengendali harus disesuaikan dengan kondisi tanaman dan lahan. Petani juga perlu memahami cara penggunaan secara tepat agar penanganan di lapangan lebih efektif.
“Bukan hanya pestisida untuk gulma, di perusahaan kami juga menyediakan pestisida untuk hama dan pupuk serbuk. Kami siap menerima laporan dari petani terkait permasalahan gulma maupun hama di lapangan dan melakukan pendampingan apabila diperlukan,” jelas Muhammad Yusuf.
Ketua Kelompok Tani To Nepo, Darman, menyambut baik kehadiran PT DGW.
Menurutnya, kegiatan semacam ini penting karena petani tidak hanya membutuhkan produk, tetapi juga pengetahuan dalam menentukan solusi terhadap persoalan yang dihadapi di lahan.
“Selamat datang dan terima kasih atas kunjungannya. Kami berharap sosialisasi ini dapat memberikan manfaat bagi anggota kelompok,” ujar Darman.
Ia mengatakan, Kelompok Tani To Nepo juga berencana menyediakan lahan untuk dijadikan demplot. Melalui demplot tersebut, petani dapat melihat secara langsung proses penggunaan produk dan hasil yang diperoleh di lapangan.
Namun, Darman mengingatkan agar produk pertanian yang ditawarkan kepada petani benar-benar memiliki izin dan lisensi resmi sesuai ketentuan. Hal itu dinilai penting untuk memberikan rasa aman kepada petani.
“Kami berharap setiap produk yang ditawarkan kepada petani memiliki lisensi dan izin resmi sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga petani merasa aman dan tidak ragu dalam menggunakannya,” tegasnya.
Selain pengendalian gulma dan hama, Darman juga mengingatkan anggota kelompok untuk tidak membersihkan lahan dengan cara membakar.
Imbauan tersebut disampaikan mengingat kondisi musim kemarau yang dapat meningkatkan risiko kebakaran.
“Jangan membersihkan lahan dengan cara membakar, apalagi saat musim kemarau. Kita harus menggunakan cara yang lebih aman dalam membersihkan dan mengendalikan gulma di lahan,” tambahnya.
Kehadiran PT DGW mendapat respons positif dari anggota Kelompok Tani To Nepo. Mereka berharap pendampingan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat berlanjut melalui demplot dan pendampingan langsung di lahan.
Bagi Kelompok Tani To Nepo, peningkatan pengetahuan petani menjadi bagian penting dalam mendorong pertanian yang produktif, aman dan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi antara kelompok tani dan pihak swasta, petani diharapkan semakin mampu menghadapi persoalan gulma dan hama, meningkatkan produktivitas padi maupun jagung, serta ikut memperkuat ketahanan pangan nasional.

Komentar