TAKALAR, AK77NEWS.COM – Monitoring awal Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) Tahun 2026 di Kelurahan Salaka, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sabtu (11/7/2026), menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk memulai pengabdian kepada masyarakat melalui berbagai program berbasis literasi dan pemberdayaan.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Dosen Pendamping KKN, Dr. Sumarlin Rengko HR, yang membina Posko Salaka 1 dan Posko Salaka 2. Monitoring dilakukan untuk mengevaluasi kesiapan mahasiswa sekaligus menyelaraskan rencana program kerja dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Dalam arahannya, Dr. Sumarlin Rengko menegaskan bahwa KKN bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi menjadi ruang belajar yang mempertemukan ilmu pengetahuan dengan realitas kehidupan masyarakat.
“Mahasiswa tidak datang sebagai orang yang merasa paling tahu, melainkan sebagai pembelajar yang siap mendengar, memahami, dan bertumbuh bersama masyarakat. Pengabdian yang baik lahir dari dialog, bukan asumsi,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari banyaknya program yang terlaksana, tetapi dari manfaat nyata yang mampu dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Sebanyak 12 mahasiswa yang terbagi dalam dua posko berasal dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari hukum, teknik, kesehatan, pertanian, hingga kelautan. Keberagaman tersebut diharapkan menjadi kekuatan dalam menghadirkan inovasi dan solusi bagi masyarakat Kelurahan Salaka.
Posko Salaka 1 dipimpin oleh Rhesa Ardiyanto sebagai Koordinator Desa, didampingi Yesaya Imanuel Arung Langi, Andi Siti Raodahtul Jannah, Humairah, Fildza Siirinnabila Rusdy, dan Dave Albert Valerian Kawer.
Sementara Posko Salaka 2 beranggotakan Muhammad Ariel Guevara Harly, Abdillah Khafif, Titan Salfasaj, Nur Aulia, Margalina Koto, dan Delia Apriliawati.
Tahun ini, kedua posko mengangkat literasi sebagai program unggulan. Berbagai kegiatan telah disiapkan, mulai dari gerakan literasi masyarakat, kunjungan literasi ke sekolah, pembelajaran membaca yang menyenangkan, pelatihan menulis kreatif, diskusi buku, hingga pengembangan proyek berbasis bacaan.
Koordinator Posko Salaka 1, Rhesa Ardiyanto, mengatakan seluruh anggota posko berkomitmen membangun hubungan yang erat dengan masyarakat selama pelaksanaan KKN.
“Kami ingin hadir bukan sekadar menjalankan program kerja, tetapi membangun kebersamaan dengan masyarakat. Kami percaya keberhasilan KKN lahir dari kolaborasi bersama pemerintah kelurahan, sekolah, tokoh masyarakat, dan seluruh warga,” katanya.
Senada dengan itu, perwakilan Posko Salaka 2, Muhammad Ariel Guevara Harly, menyebut KKN menjadi kesempatan untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus belajar dari pengalaman hidup masyarakat.
“Kami berharap seluruh program yang dijalankan mampu memberikan manfaat nyata, terutama dalam memperkuat budaya literasi di tengah masyarakat,” ujarnya.
Selain program utama, mahasiswa juga menyiapkan sejumlah kegiatan tambahan berdasarkan hasil observasi lapangan dan diskusi bersama pemerintah kelurahan. Program-program tersebut disesuaikan dengan potensi lokal agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Melalui monitoring awal ini, mahasiswa mempresentasikan hasil identifikasi kondisi sosial, pendidikan, lingkungan, serta potensi ekonomi masyarakat. Berbagai masukan diberikan sebagai bekal dalam menyusun strategi pelaksanaan program agar tepat sasaran.
Kehadiran mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin di Kelurahan Salaka diharapkan tidak hanya menghasilkan program kerja yang bermanfaat, tetapi juga menumbuhkan semangat gotong royong, memperkuat budaya literasi, serta mendorong pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
(Redaksi AK77NEWS.COM)

Komentar