BARRU, AK77NEWS.COM – Sekolah Kader KOPRI (SKK) Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Sulawesi Selatan resmi dibuka di Aula Gedung MPP Lantai 6, Kabupaten Barru, Sabtu (27/6/2026). Sementara proses kaderisasi akan berlangsung di Bola Sobae hingga 1 Juli 2026.
Pembukaan SKK dirangkaikan dengan peluncuran buku serta website Satuan Pengaduan Aman (SAPA) sebagai bentuk komitmen KOPRI dalam memperkuat perlindungan dan ruang pengaduan yang aman bagi kader perempuan.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Bendahara Umum PB KOPRI PMII, Zomrotun Nafisah, serta dihadiri jajaran PMII, pemerintah daerah, dan kader KOPRI dari berbagai cabang di Sulawesi Selatan.
Mewakili Bupati Barru, Andi Rukaiyah, S.E. dari Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Barru menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kaderisasi tersebut. Ia juga menyampaikan permohonan maaf Bupati Barru dan Kepala Dinas yang berhalangan hadir karena menghadiri agenda pemerintahan di Kecamatan Mallusetasi.
Dalam sambutannya, Andi Rukaiyah menegaskan Pemerintah Kabupaten Barru menyambut baik kegiatan kaderisasi yang dilaksanakan PMII. Menurutnya, SKK menjadi sarana penting untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat kualitas organisasi mahasiswa.
“Bupati Barru menyambut positif kegiatan-kegiatan mahasiswa dan organisasi seperti ini. Kegiatan seperti ini penting untuk meningkatkan kapasitas SDM dan kapasitas organisasi,” ujarnya.
Ia berharap PMII terus bergerak dengan menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman serta membangun kolaborasi yang berkelanjutan bersama pemerintah daerah.
“Kolaborasi antara pemerintah dan lembaga mahasiswa seperti PMII harus terus terjalin, seiring, sejalan, dan bersinergi. Masukan dari seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, sangat dibutuhkan agar pembangunan di Kabupaten Barru semakin sesuai dengan harapan masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Mabinda KOPRI PKC PMII Sulsel, Nasra Hasse, menegaskan bahwa SKK merupakan ruang strategis untuk melahirkan kader perempuan yang loyal, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan zaman.
“Kader perempuan harus mampu mengarungi dinamika ke depan. Perempuan harus memiliki kapasitas untuk bersaing di ruang-ruang strategis. Itu harus diperjuangkan, bukan menunggu hadiah jabatan. Perempuan harus mampu menjadi agen peradaban,” tegasnya.
Saat ini KOPRI PKC PMII Sulawesi Selatan dipimpin oleh Ananda Wahyuni Ayu Safitri. Pelaksanaan SKK juga mendapat dukungan dari Ketua Mabinda PKC PMII Sulsel Dr. H. Azhar Arsyad, S.H., M.H., Anggota DPR RI Andi Muawiyah Ramli, Syamsurijal M.I., Zulfikar Limolang yang juga Mabinda PKC PMII Sulsel, serta AFK Majid. Pemerintah Kabupaten Barru turut memfasilitasi lokasi kaderisasi di Bola Sobae sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kapasitas kader PMII.

Komentar