Herdiman Tabi pada NEWS
13 Nov 2025 19:17 - 2 menit reading

Panen Padi MT III di Desa Manuba, Sinergi Petani dan Pemerintah Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional

BARRU AK77NEWS.COM — Semangat petani di Kabupaten Barru kembali terpancar di tengah hamparan sawah Desa Manuba, Kecamatan Mallusetasi. Kamis (13/11/2025), Direktur Pendidikan Kementerian Pertanian RI, Dr. Ir. Muh. Amin, M.Sc., bersama Kepala Dinas Pertanian Barru, Ir. Ahmad, M.M., memimpin langsung kegiatan panen padi Musim Tanam (MT) III sebagai bukti nyata produktivitas petani yang tak surut meski dihadapkan pada tantangan iklim ekstrem.

Dalam suasana penuh kebersamaan, para petani, penyuluh pertanian, dan aparat desa turut serta memanen padi varietas Cakrabuana Super Genjah 75 hari, yang menjadi unggulan pada musim tanam kali ini. Hasil ubinan yang dicatat oleh Badan Pusat Statistik (BPS) di lokasi tersebut menunjukkan capaian 3,2 kilogram atau setara 5,1 ton per hektare, menjadi gambaran keberhasilan penerapan pola tanam intensif dan efisien.

“Pelaksanaan tanam tiga kali setahun ini adalah hasil kolaborasi erat antara petani, penyuluh, dan pemerintah. Kami terus berupaya menjaga kesinambungan produksi melalui pemanfaatan sumber air secara optimal dan sistem tanam terpadu,” ungkap Ir. Ahmad, M.M., Kadis Pertanian Barru.

Dr. Amin dalam sambutannya menegaskan bahwa apa yang dilakukan petani Barru merupakan wujud nyata kontribusi daerah terhadap ketahanan pangan nasional. “Kita menyaksikan langsung bagaimana kerja keras, inovasi, dan semangat gotong royong petani Barru mampu menjawab tantangan perubahan iklim. Panen hari ini adalah bukti bahwa dengan teknologi dan manajemen air yang tepat, produktivitas tetap bisa dijaga,” ujarnya.

Dari total luas lahan pertanaman MT III tahun 2025 seluas 1.443 hektare, sebagian besar diproyeksikan akan panen pada akhir November hingga awal Desember. Adapun harga gabah di tingkat petani saat ini mencapai Rp 6.700 per kilogram (GKP), memberi harapan baru bagi peningkatan kesejahteraan petani.

Selain panen bersama, kegiatan ini juga diisi dengan dialog lapangan yang membahas strategi peningkatan produktivitas dan efisiensi usaha tani menuju pertanian modern dan berkelanjutan.

Kehadiran pejabat pusat dan daerah dalam kegiatan ini menjadi sinyal kuat bahwa Barru siap menjadi daerah penyangga pangan utama di Sulawesi Selatan, sekaligus contoh sukses penerapan Indeks Pertanaman (IP) 300 di tingkat kabupaten.