
Jeneponto AK77NEWS.COM — Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi Gelombang 114 Universitas Hasanuddin menggelar seminar program kerja di Desa Tino, Kecamatan Tarowang, Kabupaten Jeneponto, Senin (14/7).
Kegiatan ini menjadi langkah awal pemaparan rencana kerja yang berfokus pada penguatan literasi baca-tulis dan numerasi dasar di kalangan masyarakat desa.
Seminar ini turut dihadiri oleh Camat Tarowang, Kepala Desa Tino, Kepala Puskesmas Desa Tino, Ketua BPD Tino, perwakilan guru dari SD dan SMP se-Desa Tino, serta sejumlah tokoh masyarakat. Kehadiran para pemangku kepentingan ini mencerminkan dukungan kuat terhadap upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui literasi.
Koordinator kelompok KKN dalam pemaparannya menjelaskan bahwa beberapa program unggulan yang akan dilaksanakan antara lain: pendirian Pojok Baca Desa, pelatihan membaca dan menulis bagi anak usia sekolah, pelatihan numerasi dasar, literasi digital untuk pemuda, serta edukasi literasi kesehatan dan lingkungan.
“Program ini bertujuan menumbuhkan budaya literasi yang kuat di masyarakat dan mendorong kebiasaan berpikir kritis serta kesadaran akan pentingnya literasi dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Camat Tarowang mengapresiasi inisiatif para mahasiswa. Ia menyebut program ini selaras dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan dan memberantas buta aksara.
Kepala Desa Tino juga menyampaikan harapannya agar kegiatan KKN ini meninggalkan dampak jangka panjang. “Kami berharap program ini membentuk kebiasaan positif yang terus berlanjut, bahkan setelah mahasiswa menyelesaikan masa KKN-nya,” katanya.
Dukungan juga datang dari Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Sumarlin Rengko HR, S.S., M.Hum., yang menilai kegiatan ini sebagai ajang bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu secara nyata di tengah masyarakat.
“Ini adalah ruang pembelajaran yang sesungguhnya. Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk kreatif dan peduli, tapi juga harus mampu berkolaborasi dengan masyarakat dalam membangun semangat literasi,” ungkapnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk turut aktif berpartisipasi. “Mahasiswa hadir bukan untuk menggurui, tapi untuk belajar dan membangun bersama. Dukungan masyarakat adalah kunci keberhasilan program ini,” tambahnya.
Seminar ditutup dengan sesi diskusi interaktif, di mana para peserta menyampaikan sejumlah masukan, di antaranya perlunya pembentukan perpuslink (perpustakaan keliling), pendataan anak-anak SD yang belum lancar membaca, reaktivasi ruang baca desa, serta edukasi literasi anak kepada orang tua.
Masukan-masukan tersebut akan menjadi bahan evaluasi dan penyesuaian dalam implementasi program agar lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
Dengan semangat kolaboratif antara mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat, KKN Tematik Literasi di Desa Tino diharapkan mampu menjadi katalisator perubahan menuju masyarakat desa yang cerdas, mandiri, dan literat.