
AK77NEWS.COM- Pemerintah Desa Lasitae melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Perempuan pada Senin, 14 Juli 2025, bertempat di Kantor Desa Lasitae.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Lasitae, Kartini Baharuddin, S.Sos, bersama Tim Penggerak PKK Kecamatan Tanete Rilau yang dipimpin oleh Hj. Hasna, serta Kasi PMD Kecamatan Tanete Rilau.
Turut hadir pula perwakilan perempuan dari BPD Desa Lasitae dan tokoh masyarakat perempuan dari berbagai dusun.
Kegiatan Musrenbang Perempuan ini bertujuan untuk menggali aspirasi, kebutuhan, dan usulan dari kaum perempuan sebagai bagian penting dalam proses pembangunan desa yang inklusif dan responsif gender.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Kartini Baharuddin,S.Sos menyampaikan pentingnya peran serta perempuan dalam pembangunan desa.
“Perempuan tidak hanya sebagai penerima manfaat pembangunan, tetapi juga harus menjadi pelaku utama yang terlibat dalam perencanaan dan pengambilan keputusan,” ujarnya.
Berbagai isu strategis dibahas dalam forum tersebut, mulai dari kesehatan ibu dan anak, peningkatan keterampilan perempuan, akses permodalan usaha kecil, hingga perlindungan terhadap perempuan dan anak dari kekerasan. Usulan konkret juga muncul dari peserta musyawarah, di antaranya:
Pelatihan keterampilan dan kewirausahaan untuk ibu rumah tangga.
Perbaikan dan pengadaan fasilitas posyandu dan PAUD.
Pembangunan MCK umum di wilayah yang belum memiliki fasilitas sanitasi layak.
Penyuluhan hukum tentang kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Program bantuan usaha mikro berbasis kelompok perempuan.
Hj. Hasna dari TP PKK Kecamatan Tanete Rilau mengapresiasi semangat para peserta yang aktif menyuarakan gagasan dan kebutuhan nyata di lapangan.
Ia menekankan bahwa hasil Musrenbang ini akan menjadi masukan penting dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) tahun 2026.
Kegiatan ditutup dengan harapan agar aspirasi yang telah disampaikan bisa ditindaklanjuti secara konkret dalam program-program pembangunan desa, terutama yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan perempuan dan keluarga.
Musrenbang Perempuan ini menjadi langkah nyata dalam mendorong partisipasi perempuan secara aktif dalam proses pembangunan desa yang adil, setara, dan berkelanjutan.(Red AK77)