BARRU, AK77NEWS.COM Pemerintah Kabupaten Barru menegaskan dukungannya terhadap percepatan program swasembada pangan nasional melalui penerapan pertanian modern. Komitmen itu ditandai dengan penandatanganan target pelaksanaan Program Petani Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) seluas 2.227 hektare.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati Barru, Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si., yang mewakili Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., saat menghadiri Rapat Koordinasi Penerapan Perluasan Budidaya Padi melalui Program PM-AAS di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Senin (20/7/2026).
Abustan hadir didampingi Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Barru, Ir. Ahmad, M.M.
Dalam rapat tersebut, seluruh pemerintah kabupaten/kota di Sulawesi Selatan menyatakan komitmennya mendukung pengembangan pertanian modern sebagai bagian dari target nasional perluasan budidaya padi seluas 1 juta hektare pada 2026.
Untuk Sulawesi Selatan, pemerintah menargetkan pengembangan PM-AAS seluas 91.340 hektare. Sementara Kabupaten Barru mendapat alokasi 2.227 hektare yang akan dilaksanakan dengan pendekatan pertanian modern berbasis teknologi.
“Kami berkomitmen mendukung penuh pelaksanaan Program PM-AAS. Dengan sinergi seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis program ini mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan, dan meningkatkan kesejahteraan petani,” kata Abustan.
Ia menegaskan, penerapan teknologi modern menjadi kunci peningkatan produksi padi di Barru. Karena itu, keberhasilan program memerlukan dukungan sarana dan prasarana serta kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan seluruh pemangku kepentingan.
Dalam kesempatan itu juga diputuskan penyesuaian jadwal tanam untuk wilayah pantai barat Sulawesi Selatan, termasuk Kabupaten Barru. Jadwal yang semula direncanakan berlangsung pada Juli–September 2026 diubah menjadi Oktober–November 2026 sebagai langkah antisipasi terhadap potensi dampak El Nino.
“Sebagai upaya menyiasati perubahan iklim, kita harus mengikuti kondisi alam, bukan melawannya. Karena itu, kabupaten di zona pantai barat, termasuk Barru, diberikan penyesuaian jadwal tanam agar pelaksanaan program lebih optimal dan target produksi padi dapat tercapai,” ujar Abustan
Melalui penyesuaian tersebut, Pemerintah Kabupaten Barru berharap implementasi Program PM-AAS berjalan efektif sehingga mampu mendongkrak produktivitas padi sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional.

Komentar