Herdiman Tabi pada LAINNYA
2 Des 2020 19:16 - 2 menit reading

Sekda Barru dan PLTU Bawasaloe Bahas Pengolahan Limbah Organik

AK77NEWS.COM, BARRU–Pemkab Barru dan PLTU Barru/ Indonesia Power duduk bersama membahas metode pengolahan sampah di Klungkung, Bali yang telah dikunjungi Pemerintah Kabupaten Barru beberapa waktu lalu.

Sekda Abustan mengatakan gerak cepat harus dilakukan, salah satunya dengan membentuk tim khusus.

“Kita akan berkordinasi dengan pihak PLTU Bawasaloe. untuk menyiapkan sarana, metode sosialisasi, menghimpun informasi serta mengelola limbah organik masyarakat, untuk kemudian diproses secara teknis menjadi pellet atau briket sebelum diterima oleh PLTU Bawasaloe,” ujar sekda usai menggelar rapat di ruang kerja Bupati Barru, Selasa (1/12/2020).

Potensi limbah terbuang begitu saja, seperti jerami, sekam, serbuk gergaji, bahkan ada kulit kemiri atau buangan kulit Nilam, dan itu kata Abustam perlu pengujian teknis, agar dapat bernilai manfaat sekaligus masalah lingkungan yang ada dapat diselesaikan.

Apalagi, paparan teknis dari Kadis Lingkungan Hidup Drs. M. Taufik dan Kadis Pertanian Ir. Ahmad, secara bergantian mengurai data tersedianya sebagian sarana prasarana pendukung di instansi lingkungan hidup untuk mengelola limbah sampah, serta jumlah potensi limbah organik sesuai data Dinas Pertanian.

Saat yang sama, Tim yang dipimpin oleh Manager PLN UPDK Tello, Dimas Satria bersama PLN UIKL Sulawesi Gede Satya, dan Manager IP PLTU Bawasalo Ari Pribadi, dengan serius menjelaskan harapan terbangunnya sinergitas dengan Pemda untuk implementasi pemanfaatan limbah menjadi biomassa.

“Ada plus minus bahan bakar alternatif, namun akan kami cek satu persatu sampelnya, untuk uji kadar kalori dan kadar airnya,” sebut Dimas Satria yang menjadi pembicara dari Perusahaan Indonesia Power sembari berkomitmen akan melakukan pendampingan dan memberi support penuh ke semua kalangan yang ingin membuat limbah organik menjadi biomassa, melalui pemerintah daerah.

Perusahaan Indonesia Power yang dikelola PLTU Bawasaloe menjelaskan secara teknis proyeksi penggunaan sampah, limbah, maupun sisa pertanian untuk dikelola menjadi energi terbarukan.

Apalagi, Kabupaten Barru memiliki sampah organik buangan sisa hasil pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan termasuk kerajinan. Menghimpun limbah ini, baik berupa jerami padi, sekam padi, kulit kemiri, tongkol jagung, serbuk gergaji, dan lainnya untuk diolah menjadi hasil produksi sampah berupa pellet dan briket.

Nantinya, limbah dimaksud akan dikelola dihimpun dari masyarakat untuk kemudian diolah di instalasi yang ada di pusat pengolahan limbah sampah di Barru. Setelah dicacah kemudian dibuat menjadi pellet atau briket untuk dapat diterima sebagai hasil oleh PT PLN Indonesia Power.