
Barru, AK77NEWS.COM-– Dalam rangka mendukung dan mengawal program ketahanan pangan nasional, BPP Mallusetasi bersama Badan Pusat Statistik Kabupaten Barru melaksanakan kegiatan pengambilan ubinan jagung di lahan anggota Kelompok Tani To Nepo yang berlokasi di Dusun Mareppang, Desa Nepo, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, pada Sabtu (28/02/2026).
Kegiatan ubinan ini merupakan bagian dari upaya pengumpulan data produktivitas tanaman jagung guna memperoleh angka estimasi hasil panen yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan secara statistik. Data tersebut menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan serta evaluasi program pertanian, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Hadir dalam kegiatan tersebut Koordinator BPP Mallusetasi, Burhan, S.ST; Rahmat selaku Fungsional Umum BPS Kabupaten Barru; Liza Vibriana, S.ST selaku Penyuluh Pertanian Desa Nepo; Aiptu Hajar Kasim selaku Bhabinkamtibmas Desa Nepo; Sumriani selaku Ketua KWT Kasih Ibu Mareppang; serta Darman selaku Sekretaris Kelompok Tani To Nepo.
Pengambilan ubinan dilakukan pada tanaman jagung varietas Maxxi 2 yang bersumber dari bantuan APBN Tahun 2025. Luas sampel ubinan yang digunakan adalah 2 meter x 4 meter (8 meter persegi). Dari hasil penimbangan, diperoleh berat tongkol basah sebesar 7,66 kilogram. Berdasarkan perhitungan konversi produktivitas, hasil tersebut diproyeksikan setara dengan sekitar 12 ton per hektare untuk tongkol basah dan 5–6 ton per hektare untuk tongkol kering. Angka ini menunjukkan capaian produksi yang sangat baik dan mencerminkan pengelolaan budidaya yang optimal oleh para petani.
Dalam keterangannya, Burhan, S.ST didampingi Liza Vibriana,S.ST menyampaikan apresiasi atas kerja keras dan komitmen para petani di Desa Nepo, khususnya Kelompok Tani To Nepo dan Kelompok Tani Mareppang.
Ia menyebutkan bahwa dalam satu kali musim tanam, total produksi panen di wilayah Dusun Mareppang dengan luas lahan kurang lebih 130 hektare mampu mencapai sekitar 250 ton.
“Capaian ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara petani, penyuluh, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat berjalan dengan baik. Kami berharap produktivitas ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah pusat melalui program Kementerian Pertanian dalam penyediaan bantuan sarana produksi, yang menjadi salah satu faktor pendukung peningkatan hasil panen. Upaya ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Sementara itu, Aiptu Hajar Kasim selaku Bhabinkamtibmas Desa Nepo menegaskan bahwa pihak kepolisian terus melakukan pendampingan kepada petani, mulai dari tahap penanaman, pemeliharaan, hingga panen. Selain itu, Polri juga berperan dalam mengawal stabilitas harga jagung agar sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.
Para anggota Kelompok Tani To Nepo dan Mareppang berharap sinergitas antara petani dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus terjalin dengan baik, sehingga kesejahteraan petani semakin meningkat dan sektor pertanian di Kabupaten Barru semakin maju.
Dengan semangat “Petani Makmur, Masyarakat Sejahtera,” kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan dan memperkuat ketahanan pangan nasional.