BARRU, AK77NEWS.COM– Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sipatuo, Desa Lawallu, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru. Pada panen ketiga tahun 2026, BUMDes Sipatuo berhasil menghasilkan 730 kilogram udang vaname dari tambak budidaya yang berlokasi di Dusun Oring, Sabtu (10/10/2026)
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pengembangan usaha perikanan budidaya yang dikelola BUMDes memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian desa.
Panen kali ini dilakukan di atas lahan tambak seluas 34 are dengan jumlah penebaran benur sebanyak 75.000 ekor. Hasil panen mencapai 730 kilogram, sebuah capaian yang menjadi penyemangat bagi pengelola BUMDes untuk terus meningkatkan produktivitas dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Kepala Desa Lawallu, Raswadi, S.Pem., yang hadir langsung menyaksikan proses panen, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas keberhasilan BUMDes Sipatuo.
“Alhamdulillah, ini merupakan panen ketiga BUMDes Sipatuo sepanjang tahun 2026. Dari penebaran 75.000 benur di lahan seluas 34 are di Dusun Oring, kita berhasil memperoleh 730 kilogram udang vaname,” ungkap Raswadi.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa usaha budidaya udang vaname yang dikembangkan BUMDes Sipatuo memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan apabila dikelola secara serius, terencana, dan berkelanjutan.
Ia berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi motivasi bagi pemerintah desa dan pengelola BUMDes untuk terus mengembangkan unit usaha produktif yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Ini menjadi salah satu bukti bahwa program ketahanan pangan yang dikelola BUMDes dapat memberikan hasil. Kami berharap usaha ini terus berkembang, mampu meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes), serta membuka peluang kerja bagi masyarakat, khususnya pemuda di Dusun Oring,” tambahnya.
Raswadi juga menegaskan bahwa Pemerintah Desa Lawallu akan terus mendorong pengembangan usaha BUMDes Sipatuo sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kemandirian ekonomi desa.
Sementara itu, Ketua BUMDes Sipatuo Desa Lawallu menjelaskan bahwa keberhasilan panen ketiga ini tidak terlepas dari pengelolaan budidaya yang dilakukan secara teratur.
Beberapa faktor yang menjadi perhatian utama meliputi pengaturan pemberian pakan, pemantauan kualitas air tambak, serta pendampingan teknis selama proses pemeliharaan udang.
Dengan pengelolaan yang baik, diharapkan produktivitas tambak dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan pada siklus budidaya berikutnya.
“Dari penebaran 75.000 benur, kami berhasil memperoleh 730 kilogram udang vaname. Alhamdulillah, hasil ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperbaiki pengelolaan tambak,” jelasnya.
Ia menambahkan, hasil panen tersebut direncanakan untuk dipasarkan guna memenuhi kebutuhan konsumen lokal di Kabupaten Barru. Sebagian hasil usaha juga diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung permodalan dan keberlanjutan siklus panen berikutnya.
Keberhasilan panen ketiga ini semakin memperkuat optimisme BUMDes Sipatuo dalam mengembangkan sektor perikanan budidaya sebagai salah satu unit usaha unggulan Desa Lawallu.
Selain berorientasi pada keuntungan usaha, pengembangan tambak udang vaname diharapkan mampu menciptakan efek ekonomi bagi masyarakat sekitar, mulai dari peluang kerja hingga tumbuhnya aktivitas ekonomi pendukung.
Pengelolaan usaha yang berkelanjutan juga menjadi faktor penting agar BUMDes dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan desa dan kesejahteraan masyarakat.
Capaian 730 kilogram pada panen ketiga tahun 2026 ini menjadi modal semangat bagi BUMDes Sipatuo untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas budidaya, serta memperluas pemasaran hasil perikanan.
Dengan dukungan pemerintah desa dan partisipasi masyarakat, BUMDes Sipatuo diharapkan mampu tumbuh menjadi unit usaha desa yang mandiri, produktif, dan berdaya saing, sekaligus menjadi contoh pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal di Kabupaten Barru.

Komentar