BARRU — Di tengah khidmatnya Upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 tingkat Kabupaten Barru, sebuah momen tak terduga terjadi. Lapangan upacara yang penuh khidmat itu mendadak terhubung langsung dengan pemerintah pusat, Rabu (6/5/2026).
Saat Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari membacakan amanat Menteri Pendidikan tentang pentingnya revitalisasi dan digitalisasi pembelajaran, suasana berubah lebih hidup. Sambungan virtual dengan Kementerian Pendidikan berhasil dilakukan secara langsung di tengah upacara.
Gagasan tersebut rupanya muncul spontan dari Bupati sehari sebelumnya.“Saya lagi menunggu di bandara karena ketinggalan pesawat, tiba-tiba teringat bahwa besok Hari Pendidikan Nasional. Betapa bangganya kita kalau ada pesan khusus dari Bapak Menteri,” ungkapnya.
Niat itu berbuah hasil. Meski Menteri Pendidikan berhalangan hadir karena berada dalam perjalanan udara, sambungan akhirnya terjalin dengan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ulhaq.Dengan penuh semangat, Bupati menyapa langsung dari lapangan upacara:
“Izin Mas Wamen, ini seluruh peserta upacara kami. Mohon diberikan semangat untuk para pendidik di Hari Pendidikan Nasional ini.
”Meski sempat terkendala jaringan, interaksi tersebut justru menghadirkan nuansa humanis. Sambungan sederhana itu menjadi simbol nyata transformasi pendidikan berbasis digital yang tengah didorong pemerintah.
Dalam pesannya, Wamendiknas menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga pendidik dan pelajar di Kabupaten Barru.
“Saya percaya kehadiran Bapak-Ibu guru dan adik-adik pelajar di Barru akan terus meningkatkan kualitas pendidikan dan mendorong kemajuan sumber daya manusia,” ujarnya.
Ia juga menegaskan arah kebijakan pendidikan nasional di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto yang berfokus pada transformasi pendidikan secara terintegrasi.
Program prioritas meliputi perbaikan sekolah rusak, penyediaan papan interaktif digital, percepatan sertifikasi guru, hingga peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik.Salah satu poin yang paling disambut antusias adalah kebijakan tunjangan profesi guru.
“Setiap guru tersertifikasi akan mendapatkan tunjangan profesi sebesar Rp2 juta per bulan yang ditransfer langsung ke rekening masing-masing, tanpa dirapel,” jelasnya, disambut tepuk tangan peserta upacara.
Selain itu, pemerintah juga memperluas Program Indonesia Pintar (PIP) hingga ke jenjang PAUD. Untuk pertama kalinya, anak usia dini akan menerima bantuan pendidikan sebesar Rp450 ribu per tahun.“Ini langkah strategis untuk meningkatkan angka partisipasi pendidikan sejak dini,” tambahnya.
Momentum tersebut juga dimanfaatkan Bupati untuk menyampaikan aspirasi daerah, khususnya terkait kebijakan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen pada 2027.
“Jika kebijakan itu diterapkan, kami tidak akan mengorbankan tenaga pendidik P3K. Mereka adalah garda terdepan pendidikan di daerah kami,” tegasnya.
Pernyataan itu langsung disambut tepuk tangan meriah dari peserta upacara.Di akhir sambungan, suasana haru terasa saat seluruh peserta melambaikan tangan sebagai tanda perpisahan. Momen sederhana itu menjadi penutup yang hangat dan berkesan.Bupati pun mengungkapkan rasa syukur atas pengalaman tersebut.
“Ini adalah rezeki bagi Kabupaten Barru. Tidak setiap hari kita bisa terhubung langsung dengan pemerintah pusat dalam momen penting seperti ini,” ujarnya.
Lebih dari sekadar komunikasi jarak jauh, momen ini menjadi simbol kuat sinergi antara pusat dan daerah. Pada Hardiknas 2026, Barru menunjukkan bahwa semangat membangun pendidikan mampu menembus batas ruang dan waktu demi satu tujuan: mencerdaskan kehidupan bangsa.