Herdiman Tabi pada LAINNYA
1 Apr 2021 09:22 - 2 menit reading

HPN, Pemerintah Kecamatan Balusu Sosialisasi Budidaya Magot

AK77NEWS.COM, BARRU–Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), Pemerintah Kecamatan Balusu menggelar Sosialisasi Budi Daya Magot di Aula Kantor Camat Balusu, Rabu 31 Maret 2021.

Sosialisasi Budidaya Maggot ini bertujuan sebagai edukasi dan penyampaian informasi kepada masyarakat sebagai salah satu upaya terintegrasi mengurangi volume sampah organik dari sisa makanan yang dapat dijadikan sebagai makanan utama dalam budi daya maggot. Budi daya maggot ini sebagai wadah untuk menghasilkan telur-telur yang akan ditetaskan menjadi larva atau magot.

“Degan kegiatan pembudidayaan ini agar masyarakat bisa mengetahui manfaat dari adanya maggot yang ternyata dapat berkontribusi untuk mengurangi sampah,” kata Camat Balusu Andi Ika Syamsu Alam.

“magot ini bisa diolahmenjadi pupuk dan pakan ternak sehingga dapat bernilai ekonomis bagi masyarakat, persoalan sampah teratasi sekaligus juga memberi nilai ekonomis kepada masyarakat” imbuhnya.

Kegiatan ini, lanjutnya juga melibatkan PT Indonesia Power PLTU Barru dan Yayasan Peduli Anak Negeri.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup H. Muh Taufik Mustafa yang hadir dalam kegiatan itu sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi budi daya magot di Kecamatan Balusu ini.

Dijelaskannya, TPA Bottolai yang ada saat ini sudah ditargetkan 25 tahun baru akan penuh. Ditempat tersebut kata dia, dominan sampah organik terdiri dari sisa makanan.

“Kalau dimaksimalkan dengan baik ,maka sampah yang dibuang di TPA Bottolai setiap harinya dari 80 persen peningkatannya sudah bisa menurun sampai 30 persen,”ujar Mantan Camat Balusu itu.

Respon positif juga dikatakan pihak PLTU, dan menyatakan kesiapannya untuk membantu budidaya maggot tersebut.

“Kami siap membantu khususnya teman -teman Karang Taruna bisa ikut mengembangkannya,” ujar Ardan Humas PLTU /Indonesia Power.

“Sampah organik yang terdiri dari sisa makanan yang terbuang selama ini paling dominan dibanding sampah anorganik berupa plastik. Indonesia Sekarang menjadi negara kedua penghasil sampah kedua setelah Arab Saudi,” kata Pemateri dari Yayasan Peduli Negeri Darsan yang dihadirkan Pemerintah Kecamatan Balusu dalam kegiatan Sosialisasi Budi Daya dihadapan peserta sosialisasi.

Menurutnya Komposisi sampah yang terbuang setiap harinya didominasi sampah organik. Sampah yang masih bisa dikelola dan memiliki banyak manfaat bagi masyarakat khusunya petani untuk dibuat pupuk kompos.

“Ya kalau orang lain lebih memilah sampah plastik untuk didaur ulang kenapa kita tidak bisa mengelolah sisa makanan yang setiap harinya mudah didapat dan terbuang percuma, padahal bisa dibuat pupuk kompos,” ajak Darsan dalam paparan materinya.

“Selain bisa dibuat pupuk kompos ternyata larva atau ulat yang disebut mogot dalam sisa makanan bisa menjadi pakan ikan dan ternak,” urainya.