BARRU-Mappalilli tingkat Desa Bojo berlangsung hari ini, Ahad (3/11). Adapun Mappalili dengan mengusung tema “Dengan semangat mappalili kita lestarikan budaya lokal menuju bojo yang beradab dan sejahtera”
Yang dihadiri Camat Mallusetasi, Danramil Mallusetasi, BPP Kec. Mallusetasi, Babinsa, PPL Desa Bojo, BPD, Ketua Gapoktan, para Ketua dan kelompok tani, Direktur Bumdes, Ketua Pokmas, Pokmaswas, Tokoh Agama, tokoh Masyarakat, Kadus, Para RT, dan semua elemen masyarakat Bojo.
Kepala Desa Bojo Ir.H.Tuppu Bulu alam menyampaikan rasa syukur atas Rahmat Allah SWT karena kembali warga atau petani memulai turun sawah.Semoga dimulainya turun sawah sampai nanti panen produksi pertanian lebih meningkat lagi.
Tuppu melaporkan bahwa di Desa Bojo sebanyak dua unit saluran air atau irigasi sepanjang +_ 900 meter yang sudah dibangun tahu ini oleh Pemerintah Desa Bojo alokasi Dana Desa yang bersumber dari APBN.
“harapan kita aset Desa ini sdipelihara oleh para warga dan terus berfungsi secara baik dan optimal,” harapnya
Ia mengharapkan bila ada warga untuk membuka lahannya yang masih berhutan di lereng”
gunung bisa dibuka lahan produktif dan Pemdes Bojo menyiapkan bantuan benih, pupuk, obat-obatan manakala lahan-lahan tersebut telah terbuka.
Sekedar diketahui Mappalili adalah upacara adat yang dilakukan oleh masyarakat Bugis pada umumnya untuk menandai dimulainya musim tanam padi. Mappalili merupakan kearifan lokal yang merupakan titisan dari para leluhur kita yang dilakukan secara turun-temurun.
“Mappalili” adalah sebuah upacara adat yang dilakukan sebagai ritual persiapan sebelum musim tanam padi. Upacara ini memiliki tujuan spiritual dan budaya, yaitu untuk memohon restu kepada Tuhan Yang maha kuasa Allah Subhanahu Wata’ala agar prosesi olah tanah, penanaman, perawatan serta panen berjalan lancar dan hasilnya melimpah-ruah penuh barokah olehNya.