Herdiman Tabi pada LAINNYA
22 Agu 2023 12:35 - 2 menit reading

Dewan Sumber Daya Air Kabupaten Barru Laksanakan Penyusunan Rencana Kerja dan Adaptasi Perubahan Iklim terhadap Ketersediaan Air Baku


AK77Barrunews-Situasi perubahan iklim yang tak menentu berdampak secara langsung terhadap ketersedian air bagi masyarakat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sendiri ingatkan perubahan iklim yang berpotensi akibatkan krisis air bersih dikarenakan tingginya kebutuhan air baku di masyarakat, sementara perubahan iklim mengakibatkan kekeringan dan pencemaran air yang mempengaruhi ketersediaan air bersih yang dibutuhkan masyarakan untuk air minum dan sanitasi. Merespon potensi masalah tersebut dan sebagai upaya mitigasi, Dewan Sumber Daya Air Kabupaten Barru laksanakan kegiatan Penyusunan Rencana Kerja Dewan Sumber Daya Air (DSDA) dan Peningkatan Kesadaran Bagi Pemangku Kepentingan, Mengenai Adaptasi Perubahan Iklim Terhadap Ketersediaan Air Baku pada selasa [22/8/2023] yang difasilitasi oleh USAID IUWASH Tangguh. USAID IUWASH Tangguh juga memfasilitasi DSDA untuk mengembangkan sistem informasi pengelolaan SDA menggunakan Mwater.
Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Bappelitbangda Kabupaten Barru ini diikuti oleh 25 orang perwakilan dari Dewan Sumber Daya Air (DSDA) Kabupaten Barru, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kab. Barru, LSM, Pemangku Kepetntingan, dan USAID IUWASH Tangguh. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta kesadaran pemangku kepentingan PSDA akan pentingnya strategi adaptasi perubahan iklim terhadap ketersediaan air di DAS serta penggunaan sistem informasi dalam pengelolaan sumber daya air, penyusunan rencana kerja dan rencana aksi DSDA, serta identifikasi permasalahan serta dampak perubahan iklim terhadap sumber daya air baku PDAM di Kabupaten Barru.
Kepala Bappelitbangda Kabupaten Barru, Ir.H Nasruddin ,M.A.P, yang merupakan Ketua DSDA Kabupaten Barru mengungkapkan bahwa DSDA Kabupaten Barru sendiri dibentuk untuk merespon isu-isu yang berdampak terhadap ketersediaan air baku di Kabupaten Barru. “Hari ini kita hadir bersama-sama untuk mendiskusikan hal dasar yang harus dimiliki sebuah organisasi. Apa yang akan dilakukan, dan apa yang akan menjadi rencana kerja. Salah satu tugas DSDA adalah menyusun kebijakan (implementasi dan strategi pengelolaan sumber daya air sumber daya air) yang harapannya dapat mengantisipasi perubahan iklim serta dampaknya terhadap ketersediaan air baku di Kabupaten Barru” tambah Nasruddin.
Dari kegiatan ini diharapkan akan tersusunya rencana kerja dan rencana aksi Dewan Sumber Daya Air di Kab. Barru sebagai upaya pengelolaan sumber daya air dan upaya kolaborasi yang juga melibatkan sektor swasta dalam program CSR yang berfokus pada pengelolaan DAS. Dan yang terpenting adalah, para anggota DSDA sendiri memahami perannya sebagai wadah koordinasi, integrasi, sinkronisasi, dan sinergi berbagai pihak dalam pengelolaan sumber daya air dan lingkungan DAS sehingga sumber daya air yang ada dapat berlanjut baik secara kualitas maupun kuantitasnya.