
Anggota Komisi IX DPR RI Hj Hasnah Syam MARS bersama Badan Penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) melaksanakan sosialisasi penempatan tenaga kerja di Aula PKG Mallusetasi, Kecamatan Mallusetasi, Selasa (9/9/2020).
Camat Mallusetasi H.Nompo Nasruan menyampaikan terima kasih kepada Hj Hasnah Syam Anggota DPR RI bersama BP2MI yang menyempatkan diri hadir di Kecamatan Mallusetasi.
Nompo Nasruan menyebut, selama setahun pasca terpilihnya sebagai Anggota DPR RI, Hj Hasnah Syam sudah banyak melakukan kegiatan atau program yang bersentuhan dengan masyarakat bersama mitra kerjanya.
“Setahu saya di Kecamatan Mallusetasi sudah tiga kali melaksanakan kegiatan seperti ini dan ini membuktikan Hj Hasnah Syam setelah terpilih sangat cinta dan perhatian terhadap masyarakat Barru,” kata Eks UPTD Pendidikan Mallusetasi dan Soppeng Riaja itu
Sementara Hj Hasnah Syam sangat mengapresiasi kegiatan ini karena setiap melakukan pertemuan selalu didominasi ibu-ibu, Hasnah dan berharap kedepan agar kegiatan berikutnya bapak-bapak harus lebih banyak lagi yang hadir.
“Terima kasih Ibu-ibu, dan bapak -bapak jangan mau kalah,” ajak Hasnah Syam disambut tepuk tangan dari Peserta.
Hasnah Syam yang juga Ketua TP PKK Barru itu juga berharap melalui sosialisasi ini sedapat mungkin masyarakat bisa mendapatkan ilmu atau pengetahuan terkait sistem penempatan tenaga kerja di Luar Negeri.
Muhammad Agus Bustami Kepala UPT BP2MI Makassar Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) yang sebelumnya bernama Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), adalah sebuah lembaga Pemerintah Non Departemen di Indonesia yang mempunyai fungsi pelaksanaan kebijakan di bidang penempatan dan perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri secara terkoordinasi dan terintegrasi.
“Sebelumnya BNP2TKI, berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2006, kemudian diganti BP2MI melalui Peraturan Presiden Nomor 90 Tahun 2019,” sebutnya.
” Melalui sosialisasi ini masyarakat bila ingin bekerja di luar negeri tidak ada lagi yang ilegal,” harapnya.