BARRU, AK77NEWS.COM— Persiapan kontingen Kabupaten Barru menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII Sulawesi Selatan yang akan berlangsung di Kabupaten Wajo dan Bone pada 7–14 November 2026 menghadapi tantangan serius.
Keterbatasan anggaran membuat keberangkatan seluruh 24 cabang olahraga (cabor) yang telah lolos masih membutuhkan dukungan tambahan. KONI Kabupaten Barru pun mendorong setiap cabor untuk aktif mencari sponsor maupun bapak angkat demi memastikan para atlet tetap dapat berlaga.
Ketua KONI Kabupaten Barru, Herman Jaya, S.Pi., mengatakan KONI saat ini terus melakukan persiapan sekaligus menyusun skala prioritas pembiayaan kontingen. Namun, besarnya kebutuhan anggaran membuat dukungan dari pihak lain sangat dibutuhkan.
“Kami mendorong seluruh cabor untuk tidak hanya menunggu anggaran dari KONI. Masih ada waktu sebelum Porprov dilaksanakan. Waktu yang tersedia harus dimanfaatkan untuk mencari sponsor dan bapak angkat agar persiapan atlet tidak terganggu,” ujar Herman.
Menurutnya, tahun ini jumlah cabor Barru yang berhasil lolos meningkat. Kondisi tersebut otomatis berdampak pada kebutuhan pembiayaan, terlebih terdapat sejumlah cabor beregu yang membutuhkan biaya lebih besar karena melibatkan banyak atlet, pelatih dan ofisial.
Dua di antaranya adalah sepak bola dan hoki. Kedua cabor tersebut masing-masing meloloskan tim putra dan putri.
Untuk kebutuhan dua cabor beregu tersebut saja, anggarannya diperkirakan mencapai sekitar Rp280 juta, dengan rincian kurang lebih Rp140 juta untuk sepak bola dan Rp140 juta untuk hoki.
Namun, dalam kondisi anggaran yang terbatas, KONI Barru hanya mampu membantu sekitar 60 hingga 70 persen dari kebutuhan masing-masing cabor beregu. Kekurangan anggaran tersebut diharapkan dapat ditutupi melalui sponsorship, bapak angkat maupun bentuk dukungan lain yang sesuai ketentuan.
Herman menegaskan, persoalan pendanaan bukan hanya menjadi tanggung jawab KONI. Ia mengajak seluruh pengurus 24 cabor untuk ikut bergerak membangun komunikasi dengan dunia usaha maupun berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan olahraga di Kabupaten Barru.
“Kami sangat berharap BUMD dan BUMN yang ada di Barru dapat mengambil peran. Dukungan bisa diberikan melalui pola sponsorship, menjadi bapak angkat cabor, maupun dalam bentuk bantuan lainnya yang sesuai dengan ketentuan,” tegasnya.
Selain BUMD dan BUMN, KONI Barru juga membuka peluang kolaborasi dengan perusahaan swasta, perbankan, pelaku usaha, tokoh masyarakat, organisasi dan pihak lainnya.
Bagi Herman, Porprov bukan sekadar agenda KONI maupun masing-masing pengurus cabor. Ajang tersebut merupakan momentum bersama untuk membawa nama Kabupaten Barru di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
Para atlet, kata dia, telah melalui proses panjang hingga berhasil melewati tahapan seleksi dan kualifikasi. Karena itu, perjuangan mereka perlu mendapat dukungan bersama.
“Para atlet kita telah berjuang melalui tahapan seleksi dan kualifikasi hingga berhasil lolos. Sekarang mereka membutuhkan dukungan bersama agar perjuangan tersebut dapat dilanjutkan di Wajo dan Bone,” jelasnya.
Meski berharap seluruh 24 cabor dapat diberangkatkan, Herman tidak menampik kemungkinan adanya evaluasi apabila kebutuhan anggaran tidak mampu dipenuhi.
Menurutnya, KONI harus realistis dalam menyusun pembiayaan. Jika dukungan tambahan tidak kunjung tersedia dan kemampuan keuangan tidak mencukupi, maka kesiapan masing-masing cabor serta peluang meraih medali akan menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan keberangkatan.
“Kita tentu menginginkan seluruh 24 cabor yang telah lolos dapat diberangkatkan. Tidak memberangkatkan cabor merupakan pilihan terakhir. Karena itu, sebelum pilihan tersebut diambil, kami mengajak semua pihak bergerak bersama mencari solusi,” katanya.
Ia berharap semangat gotong royong dari pemerintah, BUMD, BUMN, dunia usaha, perbankan, insan olahraga dan masyarakat dapat menjadi jalan keluar atas persoalan pendanaan tersebut.
“Jangan biarkan perjuangan atlet terhenti hanya karena keterbatasan anggaran. Kalau semua pihak ikut mengambil bagian, Insya Allah seluruh cabor dapat diberangkatkan dan berjuang mengharumkan nama Kabupaten Barru,” pungkas Herman Jaya.

Komentar