AK77NEWS.COM, BARRU–Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Barru drh.Ma’ruf membuka kegiatan Penguatan Sistem Ketahanan Pangan Daerah (SIKAP) yang dirangkaikan Workshop Pengembangan Kelembagaan Usaha Pangan Masyarakat Sebagai Upaya Ketersediaan, Distribusi dan Konsumsi Pangan Masyarakat di Kabupaten Barru, kegiatan tersebut dipusatkan di Aula STIA AL Gazali Barru, Selasa (31/8).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ir.Hj.Iqmawaty Hasyim.M.Si. Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Prop. Sulsel, dan Syahidah Kasim,S.Pt.M.Si
Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kab. Barru yang merupakan inisiator dari SIKAP sekaligus panitia kegiatan ini.
drh.Ma’ruf mengungkapkan rasa bahagianya dan syukur atas pelaksanaan acara ini sebagai bagian dari Aksi Perubahan yang dilakukan oleh Syahidah Kasim,S.Pt.M.Si karena dapat terselenggara tepat waktu.
Guna mengatur dan menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan lanjutnya telah terbit 2 (dua) Undang-Undang terkait stabilitas harga pangan, yaitu Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang pangan dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang perdagangan. Pemerintah pusat dan daerah bertugas mengendalikan dan tanggung jawab atas ketersediaan bahan pangan pokok dan strategis di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bahan pangan pokok dan strategis tersebut harus tersedia dalam jumlah yang memadai, mutu yang baik, serta pada harga yang wajar untuk menjaga keterjangkauan daya beli di tingkat konsumen sekaligus melindungi pendapatan produsen.
Sebagai solusi permanen dalam mengatasi disparitas harga pangan , Pemerintah cq. Kementrian Pertanian melakukan terobosan melalui kegiatan Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) melalui Toko Tani Indonesia (TTI). Kegiatan ini di lakukan sebagai upaya untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan pokok strategis dan efisiensi rantai distribusi pemasaran dengan memperpendek rantai pasok.
Kegiatan PUPM secara tidak langsung berperan dalam mengatasi anjloknya harga pada masa panen raya dan tingginya harga pada saat paceklik dan menjadi instrumen yang di buat Pemerintah untuk menahan gejolak harga pada saat suplai melimpah maupun kurang, harapnya
Sementara itu Ketua Panitia sekaligus Inisiator SIKAP Syahidah Kasim,S.Pt.M.Si
Kepala Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kab. Barru
menyampaikan terima kasih atas kehadiran peserta kegiatan. Ia mengatakan acara ini merupakan proyek perubahan dalam Latihan Kepemimpinan Administrator kerjasama antara Pemkab Barru dan Puslatbang KMP LAN Makassar.
Adapun latar belakang kegiatan Dalam Undang-Undang No.7 Tahun 1996 tentang Pangan, Ketahanan Pan gan didefinisikan sebagai kondisi terpenuhinya pangan bagi setiap masyarakat yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, merata dan terjangkau.
Ketahanan Pangan merupakan suatu system yang terdiri dari subsistem ketersediaan, distribusi, dan konsumsi. Sub system ketersediaan pangan berfungsi menjamin pasokan pangan untuk memenuhi kebutuhan seluruh penduduk, baik dari segi kuantitas,kualitas,keragaman dan keamanannya, ujarnya
Subsistem distribusi berfungsi mewujudkan system distribusi yang efektif dan efisien untuk menjamin agar seluruh rumah tangga dapat memperoleh pangan dalam jumlah dan kualitas yang cukup sepanjang waktu dengan harga yang terjangkau. Sedangkan subsistem konsumsi berfungsi mengarahkan agar pola pemanfaatan pangan secara nasional memenuhi kaidah mutu, keragaman, kandungan gizi, keamanan dan kehalalannya.
Ketahanan pangan tentu menjadi kunci untuk menghadapi ancaman krisis pangan di masa depan. Berbagi upaya telah dilakukan Kabupaten Barru untuk meningkatkan ketahanan pangan, seperti pemetaan daerah rawan pangan, penyaluran cadangan pangan pada daerah rawan pangan, penyediaan lumbung pangan masyarakat, penyediaan bibit dan greenhouse, pemantauan harga dan keamanan pangan, pengembangan usaha pangan masyarakat dan fasilitasi distribusi pangan.
Workshop ini dihadiri oleh 50 orang peserta yang terdiri dari 20 orang pengurus Gapoktan/Poktan , 20 orang pemilik usaha Toko Tani Idnonesia dan 10 orang pendamping dan Tim Teknis Kabupaten.