Herdiman Tabi pada LAINNYA
17 Jan 2021 12:06 - 3 menit reading

Konfercab NU Barru Ke 13, Gurutta H. Husain Abdullah dan Ustaz H. Irham Jalil Terpilih Aklamasi

AK77NEWS.COM, BARRU–Konfrensi Cabang Nahdatul Ulama (NU) ke 13 Kabupaten Barru kembali mengamanahkan Gurutta Dr. KH. Husain Abdullah, M. Ag sebagai Rais Syuriyah NU Kabupaten Barru dan ustaz Dr.H. Irham Jalil, S. Ag., M. Ag sebagai Ketua Tanfidziyah NU Kabupaten Barru, dan ustads Ir. Muhammad Rasda Rais, MP yang juga kandidat doktor UNHAS terpilih sebagai Mide Formatur dalam sidang Pleno konferensi untuk membantu pengurus terpilih menyusun kabinet.

7 Majlis Wakil Cabang NU (MWC NU kecamatan) se Kabupaten Barru kembali meminta agar keduanya bersedia memimpin NU Kabupaten Barru masa hikmat 2021-2026.

Jalannya proses Konfrensi yang berlangsung di Gedung Tower Lantai 6 Kantor Bupati Barru melalui pandangan umum setiap utusan Majelis Wakil Cabang menyatakan menerima dengan baik LPJ pengurus NU poriode lalu sekaligus meminta kesediaanya kembali Gurutta Dr. KH. Husain Abdullah, M Ag untuk menjadi Rais Syuriyah NU Kabupaten Barru dan Dr. H. Irham Jalil, M. Ag menjadi Ketua Tanfiziah NU Kabupaten Barru.

Keduanya dinilai masih layak memimpin NU Barru kedepan kata salah seorang Ketua MWC NU Soppeng Riaja Ustadz Masykur dalam pandangan umumnya.

Acara pemilihan Rais dan Ketua NU digelar dalam sidang Pleno IV yang dipimpin oleh Ir. Muhammad Rasda Rais, MP selaku Ketua pimpinan sidang sekaligus Ketua Steering Committe, berlangsung khidmat dan berjalan lancar, ketua sidang didampingi Dr. H. Maqbul Arib,M.Ag dan Safruddin, S. Ag masing masing anggota pimpinan sidang.

Sebelumya Rais Syuriah NU Barru Dr. KH Husain Abdullah, M. Ag menjelaskan, NU memiliki jabatan dan fungsi berbeda. Ada Mustasyar merupakan jajaran penasehat NU yang merupakan ulama kharismatik dan memiliki pengetahuan agama. Ada pula a’wan ditempatkan orang-orang dari berbagai profesi yang siap membantu organisasi. “Sementara Rais Syuriah pengambil keputusan tertinggi dalam organisasi NU selanjutnya Tanfiziah orang yang menjalankan roda organisasi,” ungkapnya.

Sehubungan dengan tugasnya sebagai Rais Syurya harus bisa menjadi panutan dan mempengaruhi dimensi sosial dan merubah paradigma masyarakat serta memperbaiki perbedaan pandangan jamiah bagi organisasi.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Tanfidziyah NU Kabupaten Barru H. Irham Jalil mengatakan, Konfrensi NU sudah tiga kali mengalami penundaan karena adanya Pandemi Covid 19 dari bulan Maret hingga hari ini.

Konfrecab sudah terlaksana dan menjadi pertaruhan antara doa terkabul dan tidak terkabul sehubungan wabah yang menjadikan Konfrensi beberapa kali ditunda.

“Kami bersama Rais Syuriyah tidak ingin NU jalan ditempat, dibalik kekurangan tetapi tentu dalam perjalanan dalam membawa organisasi juga punya prestasi,” ungkapnya.

“Jujur kami katakan, keterpilihan kami Insha Allah siap berbuat untuk kemaslahatan umat dan memajukan NU baik secara Jam’iyah maupun jamaah. Saya tak pernah sekalipun menghubungi MWC kecamatan sebagai pemilik hak suara untuk meminta agar saya bersama Rais Syurya dipilih lagi,” tutur Kabag Kesra Barru ini yang juga wakil Ketua NU di Sulsel.