Herdiman Tabi pada LAINNYA
4 Des 2020 18:55 - 2 menit reading

Sekdis Kominsta Barru, Bagi Trik Tangkal Info Hoax terkait Covid-19

AK77NEWS.COM, BARRU–Wabah virus Corona mengubah gaya hidup masyarakat, dari sekedar menjadikan informasi sebagai pengisi kekosongan, kini, informasi sebagai kebutuhan. Pasalnya, work at home (bekerja dari rumah) termasuk istilah daring/luring serta banyaknya seminar atau rapat secara virtual, dapat ditemukan di informasi berbasis digital.

Pada saat yang sama, tumbuh pula beragam informasi yang palsu atau hoax, hal ini membuat Sekretaris Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Barru, Saparuddin Djadi, berbagi tips menguji kebenaran informasi.

“Dalam setiap informasi, kadang yang berada dalam peristiwa mengabarkan ke media pendapatnya, bukan apa yang dia lihat, demikian pula media, dalam menggambarkan tanpa konfirmasi ke pihak terkait, hal ini yang ingin kita edukasi ke publik,” sebut Saparuddin Djadi yang telah hampir setahun menjabat sebagai Sekretaris di Perangkat Daerah yang mengurusi Informasi yang berseliweran ini.

Sehingga lanjutnya perlu untuk saring berita sebelum di share (membagikan) agar berita benar maupun yang hoax, dapat dikendalikan.

“Saring alamat situs, uji fakta, cek keaslian foto, serta hati-hati dengan judul yang memang didesain menarik perhatian namun isinya mengandung unsur hoax, karena itu, kementerian Kominfo membuka layanan aduan konten negatif untuk mengevaluasi kemungkinan berita yang mengandung hoax,” sebutnya sembari menyebutkan link email: aduankonten@gmail.kominfo.go.id.

Sementara itu, rilis KPCPEN Pusat menyampaikan agar Masyarakat hendaknya jangan terkecoh dengan pemberitaan-pemberitaan yang simpang siur terkait COVID-19 maupun vaksin dan jangan ceroboh dalam menjaga kesehatan.

Hal ini, diungkapkan Prof. dr. Hasbullah Thabrany, MPH., Dr.PH, Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia dalam Dialog Produktif dengan tema ‘Memaksimalkan Pengelolaan Kesehatan Lewat Vaksinasi’ pada Kamis (26/11) yang diselenggarakan di Media Center Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN).

Terkait vaksin, Prof. Hasbullah menjelaskan bahwa biaya vaksin itu jauh lebih murah daripada biaya pengobatan. Dan dengan memperoleh vaksin maka maka akan mendapatkan ketenangan dalam beraktivitas karena risiko terinfeksi penyakit jauh lebih kecil. Prof. Hasbullah memberikan contoh bagaimana efek dari pemberian vaksin BCG dalam mencegah penyakit TBC.

Dia berharap agar masyarakat tidak terkecoh dengan pemberitaan-pemberitaan yang simpang siur terkait COVID-19 maupun vaksin.

“Kalau mau aman maka harus dapat informasi yang benar, bukan dengan perasaan, prejudice, dan dikaitkan dengan politik. Jangan juga langsung percaya meskipun informasi itu atas nama seorang tokoh, asing, ataupun tokoh agama. Jangan langsung dipercaya. Harus cek lagi,” ujarnya.

Informasi paling aman adalah yang resmi dikeluarkan pemerintah. Karena informasi dari pemerintah sudah dibahas bersama dengan para pakar dan ahlinya. “Ini urusan kesehatan. Tidak ada satu negarapun yang ingin rakyatnya sakit,” tegasnya