
AK77NEWS.COM, BARRU–Perubahan Iklim yang terjadi menyebabkan terjadinya fenomena La Nina. La Nina terjadi karena meningkatnya pembentukan awan yang berpotensi menjadi hujan diatas normal di wilayah Indonesia dan diperkirakan terjadi pertengahan November sampai sekitar akhir Desember atau awal Januari 2020. Akibatnya hujan yang akan turun melebihi ambang batas normal, maka Fenomena La Nina berpotensi memicu bencana Banjir, Tanah Longsor dan Angin Kencang. Sejak akhir Oktober 2020 BNPB dan BMKG sudah mulai mensosialisasikan dan menginformasikan fenomena La Nina kepada masyarakat untuk diwaspadai dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapinya.
Sebagai bagian dari stakeholder penanggulangan bencana, dan sesuai dengan misi Nadhlatul Ulama, maka Barisan Serba Guna Ansor (Bagana) NU bekerjasama dengan Lembaga Penanggulangan Bencana Dan Perubahan Iklim NU melaksanakan FGD dan Peningkatan Kapasitas Relawan di Ponpes DDI Takkalasi, Jumat (11/11/2020).
Ketua GP Ansor NU Barru, Muh Zaenal, S. Pd.I menyatakan bahwa kegiatan itu diinisiasi untuk meningkatkan kapasitas Relawan NU untuk turut serta berpartisipasi menghadapi bencana. Disisi lain Ketua LPBI NU Barru, Abdul Muhaemin Hasan, S.Sos yang juga sebagai narasumber kegiatan menyampaikan, relawan NU perlu bersiap menghadapi bencana mengingat pengalaman kejadian bencana yang telah dan pernah terjadi di Kabupaten Barru, khususnya diakhir tahun 2018 yang menimbulkan korban jiwa serta banyaknya infrastruktur dan rumah masyarakat menjadi korban.
“Nadhlatul Ulama, sebagai bagian dari ummat melalui Bagana dan LPBI NU perlu turut andil dan menjadi bagian strategis menghadapi kemungkinan bencana akibat fenomena La Nina,”ujarnya.
“Namun demikian kita semua tetap senantiasa berdoa untuk keselamatan kita semua dan agar terhindar dari bencana,” tandasnya.