Herdiman Tabi pada Pemerintahan
12 Jul 2020 08:37 - 3 menit reading

Forkopimda Barru Vidcom Bersama Panglima, Kapolri dan Gubernur

AK77NEWS.COM, BARRU–Di dampingi Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Idham Azis melalukan video confrens bersama Bupati , Walikota, Kapolres dan Dandim se Sulawesi Selatan di Posko Covid 19 Sulsel Manunggal Jalan Chaeril Anwar Makassar, Jumat 10/7/2020 kemarin.

Di Barru, Bupati H.Suardi.Saleh di dampingi Kapolres Barru AKBP Welly Abdillah.SH,S.IK dan Dandim 1405 Mlts diwakili Kasdim 1405 Mayor Inf Oberan Tandirerung ikut mendengar arahan Panglima dan Kapolri melalui Vidcom.

Hadir pula Sekretaris Majllis Ulama Indonesia (MUI) Dr H. Husain Abdullah,
Ketua NU Kabupaten Barru Dr Irham Jalil Alyah dan Ketua Muhammadiyah diwakili Drs Ahmad Jamaluddin.

Dalam kesempatan itu Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah menyampaikan upaya -upaya yang dilakukan untuk penanganan Covid di Sulsel salah satunya program wisata Covid.

Nurdin Abdullah menyebut Sulsel salah satu provinsi yang tingkat penyebaran Covid 19 sangat tinggi, sehingga melalui program wisata Covid yang dilakukan secara bertahap angka Covid turun.

“Alhamdulillah di Sulsel semua pasien dari 24 Kabupaten /Kota harus menjalani wisata Covid di Makassar dan dihotel yang kita siapkan. Hal ini terbukti tingkat penyembuhan pasien lumayan menurun, “kata Mantan Bupati Bantaeng dua periode itu.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada TNI dan Polri berserta unsur masyarakat tanpa terkecuali yang tak henti-hentinya memberi edukasi kepada masyarakat sehingga angka Covid 19 di Sulsel menurun.

“Angka kematian terus menurun dengan tracking masif dan tes lab masif. Dari 3 Lab kini sudah menjadi 8 Lab dengan spesimen 53000 /hari total tes lab,”ungkapnya

Sulsel lanjutnya sudah melakukan refocusing anggaran sebesar Rp500 milyar. Namun baru 100 M digunakan karena dengan banyaknya pihak yang cukup peduli membantu penanganan covid 19 di Sulsel, sehingga anggaran yang disiapkan tidak terlalu terbebani, “sebut Prof Andalan.

“Baru -baru ini salah satu perusahaan di Sulsel juga telah membantu Rapid tes sebanyak 50.000 pcs,” terang Nurdin

Sementara itu Kapolri RI Jenderal Idham Azis mengatakan, kunjungan ke Makassar bersama Panglima TNI ingin melihat kondisi Sulsel dimana Sulsel termasuk menjadi Daerah yang tertinggi penyebaran Covidnya di Indonesia.

Ini, kata Kapolri sangat penting sekedar melihat dinamika dan sharing  dalam rangka membantu pemutusan mata rantai Covid-19 di Sulsel.

Kapolri juga mengapresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Sulsel yang terus melakukan inovasi dan mengedukasi masyarakat sebagai upaya pemulihan, salah satunya dengan wisata Covid.

“Bila Covid ini ingin segera pulih, intinya adalah Disipilin dan taat dengan protokol kesehatan dan kerjasama yang baik dengan semua unsur atau pihak agar terus mengedukasi masyarakat dan jangan pernah bosan, lakukan komunikasi baik dengan semua unsur agar penanganan Covid 19 di Sulsel cepat pulih,” harap Idham.

“Kalau ini sungguh dilaksanakan, maka sesungguhnya pekerjaan ini adalah ibadah, dan Ijin, Panglima TNI siap mambantu Pemda di Sulsel sesuai yang dibutuhkan,” kata Kapolri menambahkan.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto
menyampaikan, pada prinsipnya adalah langkah inovatif sesuai keinginan presiden untuk mencari strategi pemulihan Covid-19.

Panglima juga sangat mengapresiasi Pemerintah Provinsi Sulsel dengan program inovasi melalui wisata Covid.

Wisata Covid bukan sekedar jalan-jalan tetapi bersuka cita bagi yang sudah menjalani wisata Covid dapat memberi edukasi atau duta Covid.

“Sangat bersyukur karena dari 53100 peserta di Sulsel dan sembuh 2359 dan masih dirawat 759. Yang 2359 ini (sembuh) dapat menjadi duta Covid yang  dapat mengedukasi dan memberikan informasi terkait pengalaman saat mengikuti wisata Covid, “ucapnya.

Karena Vaksin belum ditemukan bukan hanya dari dropleks bisa juga dari virus lain yang mengambang. Untuk mengantisipasi itu maka pakai masker atau patuhi protokol kesehatan. Panglima juga berharap Tokoh Agama turut dapat memberi sosialisasi dan pemahaman terkait Covid.

“Masyarakat Sulsel masyarakat militan dan terbuka.Terbuka dalam hal menyelamatkan diri maupun orang lain dari penularan atau  terpapar Covid-19,” harapnya.