Herdiman Tabi pada Pemerintahan
1 Jul 2020 19:49 - 2 menit reading

Desa Mandiri di Kabupaten Barru Bertambah, Tahun Ini Jadi 7

AK77NEWS.COM, BARRU–Berdasarkan hasil pemutakhiran Indeks Desa Membangun (IDM) tahun ini Kabupaten Barru memiliki 7 Desa Mandiri, 22 Desa Maju dan 11 Desa Berkembang, hal itu di ungkapkamln Novi Agus PIC Media Publikasi P3MD Kabupaten Barru, Rabu (01/07/2020).

Untuk tahun 2019 Di Kabupaten Barru sudah ada 1 Desa Mandiri yakni Desa Pancana, Kecamatan Tanete Rilau yang tahun lalu ditetapkan oleh kementerian Desa. Sementara untuk tahun 2020 ini kembali dari hasil Pemutakhiran IDM, Barru menghasilkan 6 Desa Mandiri.

Adapun Desa Mandiri Tahun 2020, antara lain

  1. Kading (Tante Riaja)
  2. Lompo tengah (Tanete Riaja)
  3. Cilellang (Mallusetasi)
  4. Bojo (Mallusetasi)
  5. Gattareng (Pujananting)
  6. Pujananting (Pujananting)

Dengan 7 Desa Mandiri tersebut, menempatkan Kabupaten Barru menjadi Kabupaten terbanyak mencapai Desa Mandiri se Provinsi Sulawesi Selatan.

“Untuk mendapatkan status Desa Mandiri adalah melakukan pemutakhiran Kuosioner Indeks Desa Membangun, untuk tahun 2020 secara online melalui link IDM Kementerian Desa PDT,” kata Novi.

Pengambilan sampel lanjutnya dilakukan dengan pengambilan data pada seluruh desa dengan harapan mendapatkan gabungan secara keseluruhan terhadap status desa dan perkembangan desa.

Pemutakhiran Data Status Perkembangan Desa ini melibatkan beberapa pihak diantaranya Dinas Pemberdayaan Masyarakat PPKBPPPA Kab. Barru, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA), Kepala Desa, serta Tenaga Pendamping Profesional Tingkat Kabupaten sampai Desa.

“Itu tidak terlepas dari Pembinaan Bupati Barru dan Kepala Dinas PMDPPKBPPPA Kabupaten Barru, serta Tenaga Pendamping Profesional Kabupaten Barru yang tetap konsisten mengawal Penggunaan Dana Desa untuk kegiatan kegiatan mendukung Kemandirian Desa,” ungkapnya.

Indikator Desa Mandiri

Indeks Desa Membangun (IDM) merupakan Indeks Komposit yang dibentuk berdasarkan tiga indeks, yaitu Indeks Ketahanan Sosial, Indeks Ketahanan Ekonomi dan Indeks Ketahanan Ekologi/Lingkungan.

Perangkat indikator yang dikembangkan dalam Indeks Desa Membangun dikembangkan berdasarkan konsepsi bahwa untuk menuju Desa maju dan mandiri perlu kerangka kerja pembangunan berkelanjutan di mana aspek sosial, ekonomi, dan ekologi menjadi kekuatan yang saling mengisi dan menjaga potensi serta kemampuan Desa untuk mensejahterakan kehidupan Desa.

Kebijakan dan aktivitas pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa harus menghasilkan pemerataan dan keadilan, didasarkan dan memperkuat nilai-nilai lokal dan budaya, serta ramah lingkungan dengan mengelola potensi sumber daya alam secara baik dan berkelanjutan.

Dalam konteks ini ketahanan sosial, ekonomi, dan ekologi bekerja sebagai dimensi yang memperkuat gerak proses dan pencapaian tujuan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa.

Indeks Desa Membangun memotret perkembangan kemandirian Desa berdasarkan implementasi Undang-Undang Desa dengan dukungan Dana Desa serta Pendamping Desa.

Indeks Desa Membangun mengarahkan ketepatan intervensi dalam kebijakan dengan korelasi intervensi pembangunan yang tepat dari Pemerintah sesuai dengan partisipasi Masyarakat yang berkorelasi dengan karakteristik wilayah Desa yaitu tipologi dan modal sosial.