KESEHATAN
Beranda / KESEHATAN / Krisis Air di Musim Kemarau, RSUD La Patarai Barru Tetapkan Status Darurat dan Aktifkan HICS

Krisis Air di Musim Kemarau, RSUD La Patarai Barru Tetapkan Status Darurat dan Aktifkan HICS


BARRU AK77NEWS COM— RSUD La Patarai Kabupaten Barru menetapkan status darurat gangguan utilitas/kritis air menyusul terganggunya ketersediaan air untuk mendukung operasional rumah sakit.


Penetapan status tersebut merupakan langkah pengendalian risiko untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berlangsung di tengah keterbatasan pasokan air. Manajemen rumah sakit menegaskan bahwa status darurat bukan berarti penghentian pelayanan.


Direktur UPT RSUD La Patarai, dr. Suriadi Nurdin, Sp.B., M.Kes., dalam keterangan resmi, Senin (21/9/2026), menjelaskan bahwa kondisi keterbatasan air memerlukan penanganan terkoordinasi agar keselamatan pasien dan keberlangsungan layanan tetap terjaga.


“Penetapan status darurat ini merupakan langkah pengendalian risiko akibat gangguan suplai air yang berlangsung berkelanjutan,” jelasnya.
Sejumlah Langkah Mitigasi Dilakukan
Menghadapi kondisi tersebut, manajemen RSUD La Patarai melakukan sejumlah langkah mitigasi. Di antaranya memantau ketersediaan air dan proyeksi kebutuhan, memperkuat suplai alternatif, serta mengatur distribusi air berdasarkan skala prioritas pelayanan.


Penggunaan air untuk kebutuhan nonprioritas juga dilakukan secara efisien, sementara pemantauan terhadap kondisi pelayanan dilakukan secara berkala.

Sekum KONI Barru Hadiri Pembukaan Tompo Cup, Dorong Kebangkitan Cabor Voli di Porprov


Rumah sakit turut melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Barru, PDAM, serta pemangku kepentingan lainnya untuk mempercepat pemulihan kondisi dan menjaga ketersediaan suplai air.


Bersamaan dengan penetapan status darurat, RSUD La Patarai juga mengaktifkan Hospital Incident Command System (HICS) sebagai sistem komando penanganan insiden.
Melalui HICS, pengambilan keputusan dan penggunaan sumber daya selama masa krisis dikoordinasikan secara terpusat, mencakup pelayanan dan operasional, perencanaan, logistik, keuangan dan administrasi, keselamatan, pencegahan serta pengendalian infeksi, hingga komunikasi dan koordinasi eksternal.
Keselamatan Pasien Tetap Menjadi Prioritas


Pelayanan kegawatdaruratan, perawatan pasien yang membutuhkan pengawasan intensif, pelayanan maternal-neonatal emergensi, tindakan operasi emergensi, kebutuhan dasar pasien rawat inap, higiene dan sanitasi, serta kebutuhan klinis esensial menjadi prioritas dalam distribusi air yang tersedia.


Sementara itu, sejumlah kegiatan atau pelayanan nonprioritas yang secara klinis memungkinkan untuk dijadwalkan kembali dapat mengalami penyesuaian sementara.
Setiap keputusan pembatasan dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan keselamatan pasien dan kebutuhan pelayanan individual.

Manajemen rumah sakit memahami bahwa kondisi tersebut dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi pasien, keluarga, pengunjung, maupun petugas dan berpotensi memengaruhi persepsi masyarakat terhadap kualitas pelayanan.


Untuk pasien yang membutuhkan rawat inap, rumah sakit akan memberikan informasi mengenai keterbatasan kondisi sementara yang relevan sebelum pasien atau keluarga mengambil keputusan.

Kapus Palakka H. Takbir Jafar Raih Penghargaan Nasional 2026, Bupati Barru Beri Apresiasi


Apabila kebutuhan klinis pasien dinilai tidak dapat dipenuhi secara aman dalam kondisi yang ada, tim pelayanan akan mempertimbangkan rujukan atau pemindahan pasien ke fasilitas kesehatan lain sesuai indikasi medis, keselamatan pasien, serta ketersediaan fasilitas penerima.


Manajemen RSUD La Patarai juga menyatakan akan terus melakukan pemantauan ketersediaan dan kebutuhan air, memperkuat suplai alternatif, serta berkoordinasi dengan pihak terkait hingga kondisi kembali normal.


Status darurat tersebut akan dievaluasi secara berkala dan dapat diturunkan atau diakhiri setelah kontinuitas serta keamanan suplai air kembali memadai untuk mendukung operasional rumah sakit.


Direktur RSUD La Patarai menegaskan komitmen rumah sakit untuk tetap menjaga keselamatan pasien dan mempertahankan layanan esensial selama masa gangguan.


“Masyarakat diminta memahami apabila terdapat penyesuaian sementara pada fasilitas atau pelayanan tertentu akibat keterbatasan suplai air,” demikian keterangan RSUD La Patarai.

Kemarau Panjang Wilayah Barru, Rektor ITBA dan Ketua STAI Al-Gazali Serukan Sholat Istisqa Akbar


Rumah sakit juga memastikan informasi resmi mengenai perkembangan kondisi akan disampaikan melalui kanal komunikasi resmi RSUD La Patarai dan Pemerintah Kabupaten Barru.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalender

September 2026
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930