AK77NEWS.COM, BARRU – Wakil Bupati Barru Abustan A. Bintang mengajak orang tua untuk tidak ragu berkorban demi pendidikan anak, khususnya pendidikan agama di pondok pesantren. Ia menyebut investasi terbaik orang tua adalah melahirkan generasi yang berilmu sekaligus berakhlak mulia.
Pesan itu disampaikan Abustan saat menghadiri Haflah Qiraatil Kutub Madrasah I’dadiyah Pondok Pesantren DDI Mangkoso di Kampus III Putri Bulu Lampang, Kecamatan Soppeng Riaja, Sabtu 27/6/2026.
“Orang Tua Hebat, Jangan Takut Biaya Demi Ilmu”
Dalam sambutannya, Abustan mengapresiasi keteguhan hati para orang tua santri.
“Menjadi orang tua santri itu tidak gampang. Karena itu saya katakan, bapak dan ibu yang hadir di sini adalah orang tua hebat. Jangan pernah takut mengeluarkan biaya ketika anak ingin menuntut ilmu,” ujarnya.
Sebagai bentuk apresiasi, ia meminta panitia memberikan hadiah kepada peserta ujian Haflah Qiraatil Kutub.
Tekankan Pentingnya Adab
Menurut Abustan, keberhasilan pendidikan bukan hanya soal ilmu, tapi juga adab.
“Setinggi apa pun pendidikan seseorang, kalau tidak memiliki adab, ilmunya tidak akan membawa manfaat. Hari ini kita melihat nilai-nilai sopan santun mulai berkurang. Karena itu saya bersyukur anak-anak kita dididik di DDI Mangkoso yang tetap menjaga dan membiasakan adab,” katanya.
Ia mengaku terkesan dengan kualitas DDI Mangkoso hingga menginstruksikan keluarganya menyekolahkan keponakan atau cucu di pesantren tersebut.
Abustan juga mengapresiasi capaian akademik DDI Mangkoso, termasuk penerbitan buku “Di Negeri Para Perindu Ilmu” yang didampingi Dr. Bahtiar Adnan Kusuma. Ia bahkan mengaku ingin belajar menulis dari para akademisi.
“Kalau ingin melihat lahirnya ulama-ulama besar, datanglah ke DDI Mangkoso. Mari terus kita sosialisasikan pesantren ini agar semakin banyak generasi yang mendapatkan pendidikan agama dan akhlak yang kuat,” pungkasnya.
Santri DDI Mangkoso Terbitkan Buku
Kepala Kantor Kemenag Barru H. Irman menyebut Haflah sebagai bukti nyata hasil pendidikan pesantren. Kemampuan santri membaca kitab kuning disebutnya sebagai warisan keilmuan turun-temurun DDI Mangkoso.
Kepala Madrasah I’dadiyah DDI Mangkoso Prof. (HC) Dr. Muhammad Agus, M.Th.I. melaporkan, banyak santri yang awalnya belum bisa baca Al-Qur’an kini mampu baca Al-Qur’an dengan baik, hafal Juz 30, Matan Al-Ajurrumiyah, ilmu sharaf, hingga baca kitab kuning tanpa harakat.
Tahun ini santri juga menerbitkan buku “Di Negeri Para Perindu Ilmu” dengan pendampingan Dr. Bahtiar Adnan Kusuma.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya mampu membaca kitab, tetapi juga mampu menulis dan menyampaikan gagasannya melalui karya,” ujar Prof. Muhammad Agus.
Turut hadir Pimpinan Ponpes DDI Mangkoso AG. Prof. Dr. H. M. Faried Wadjedy, Lc., M.A., Sekretaris PB DDI, unsur Kemenag Pangkep dan Barru, Dinas Pendidikan Barru, Syeikh Murtadho dari Al-Azhar Mesir, MUI Maros, Camat Soppeng Riaja, Lurah, TNI-Polri, para kepala SD se-Barru, serta ratusan orang tua santri.

Komentar