SuroPaccing pada Pemerintahan
26 Jun 2026 22:46 - 2 menit reading

HUT Bhayangkari ke-80, Pemkab Barru, Polres dan Cillelang Fishing Lepas Tukik di Pantai Cillelang

AK77NEWS.COM, BARRU – Momentum HUT Bhayangkari ke-80 Tahun 2026 dimanfaatkan Pemkab Barru dan Polres Barru untuk pelestarian lingkungan. Bersama Komunitas Cillelang Fishing, keduanya menggelar pelepasan anak penyu atau tukik di Pantai Cillelang Selatan, Kecamatan Mallusetasi, Jumat, 26/6/2026.

Kegiatan mengusung tema “Lindungi Penyu, Jaga Lautan, Selamatkan Masa Depan”. Hadir Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, Wakil Bupati Abustan A. Bintang, Kapolres Barru AKBP Fauzi Harahap bersama Ketua Bhayangkari Cabang Barru, unsur Forkopimda, OPD, PLN Indonesia Power, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan Komunitas Cillelang Fishing.

Bupati Barru mengapresiasi inisiatif Polres Barru menjadikan HUT Bhayangkari sebagai ajang kepedulian lingkungan.

“Kegiatan ini membuktikan semangat Polri untuk Masyarakat tidak hanya menjaga keamanan, tapi juga peduli kelestarian lingkungan dan satwa dilindungi,” ujar Andi Ina.

Ia juga mengapresiasi Komunitas Cillelang Fishing yang aktif menjaga konservasi penyu di pesisir Desa Cillelang. Menurutnya, komunitas itu telah memperkenalkan Barru sebagai daerah konservasi penyu.

“Pemkab Barru akan terus dukung. Potensi wisata dan konservasi di Pantai Cillelang perlu dikembangkan agar memberi manfaat sekaligus jaga alam,” katanya.

Bupati menegaskan agar masyarakat tidak mengambil atau mengonsumsi telur penyu. “Jika menemukan penyu bertelur, segera laporkan. Jangan diambil apalagi dikonsumsi. Mari jaga penyu sebagai bagian penting ekosistem laut,” tegasnya.

Kapolres Barru AKBP Fauzi Harahap menyebut kolaborasi ini berawal dari media sosial. Ia mengenal Komunitas Cillelang Fishing lewat TikTok dan melihat keseriusan mereka dalam konservasi.

“Saya follow aktivitas mereka, dapat info dari masyarakat. Komunitas ini benar-benar aktif. Itu yang dorong kami beri dukungan,” ungkap Fauzi.

Ia berharap HUT Bhayangkari tidak hanya seremonial, tapi memberi manfaat nyata. “Kami kemas pelepasan tukik ini sebagai dukungan untuk komunitas yang sukarela jaga penyu,” katanya.

Ketua Komunitas Cillelang Fishing melaporkan sudah menemukan 5 sarang penyu yang dikonservasi. Satu sarang menetas 10 Juni 2026 dengan 57 ekor tukik dari 60 telur. Empat sarang lainnya masih proses penetasan.

Ia berharap kegiatan ini menumbuhkan kesadaran warga pesisir untuk menjaga penyu. Sekaligus meminta dukungan Pemkab Barru untuk perbaikan akses menuju Pantai Cillelang Selatan sebagai kawasan wisata konservasi.

Kegiatan ditutup dengan pelepasan puluhan tukik ke laut oleh Bupati, Wakil Bupati, Kapolres, Forkopimda, Bhayangkari, Komunitas Cillelang Fishing, dan warga. Pelepasan menjadi simbol komitmen bersama menjaga penyu dan ekosistem laut untuk masa depan.