Herdiman Tabi pada EKONOMI & BISNIS
19 Mei 2026 14:31 - 2 menit reading

Kementerian LH Verifikasi Kalpataru 2026: Inovasi FABA Anak Muda Barru Rasyid Ridha

I

BARRU AK77NEWS .COM– Inovasi pemanfaatan limbah Fly Ash Bottom Ash (FABA) dari PLTU Bawasalo menjadi pupuk organik karya pemuda Barru, Rasyid Ridha masuk tahap verifikasi lapangan Kalpataru 2026 kategori Perintis Lingkungan. Kegiatan berlangsung di Jolenge, Kecamatan Balusu, Senin (19/5).

Tim Kementerian Lingkungan Hidup RI turun langsung meninjau lokasi disambut jajaran Pemerintah Kabupaten Barru Dinas Lingkungan Hidup.

Adapun menurut Rasyid Ridha sang calon penerima bahwa solusi pertanian berkelanjutan bisa lahir dari ide pemuda

Lanjut Rasyid mengembangkan pupuk organik dengan meramu FABA yang selama ini menjadi limbah PLTU. Inovasi ini menjawab dua persoalan sekaligus: mahalnya harga pupuk di pasaran dan penguatan ketahanan pangan daerah.

Dengan bahan baku lokal, petani bisa menekan biaya produksi hingga 30% tanpa mengorbankan hasil panen. Penggunaan limbah FABA juga membantu mengurangi tumpukan limbah industri yang sebelumnya menjadi beban lingkungan. Hasilnya mendukung ekonomi sirkular di Indonesia Timur.

Mengawali sambutannya, Andi Adnan menyampaikan salam dan apresiasi Bupati Barru dari Kementerian LH hadir melakukan verifikasi dan salam dari Ibu Bupati Barru.

“Ini solusi praktis. Murah, mudah didapat, dan tanah jadi lebih gembur,” ujar salah satu petani di Balusu yang sudah mencoba pupuk tersebut..

“Kami apresiasi anak muda Barru melihat pertanian sebagai peluang usaha, bukan hanya pekerjaan berat di sawah,” jelas Andi Adnan Azis, S.STP, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Barru yang hadir mewakili Bupati Barru.

Ini bukan kerja satu pihak. Pemerintah, dunia usaha, dan anak muda harus jalan bersama. Harapannya Barru bisa jadi contoh daerah mandiri pupuk berbasis potensi lokal,” katanya dihadapan Tim

“Ketersediaan pupuk yang terjangkau dan tepat waktu adalah kunci ketahanan pangan. Karena itu kami mendorong solusi berbasis komoditi lokal seperti yang dilakukan Rasyid, agar produksi pertanian Barru tidak terhambat,” ujarnya.

Dukungan strategis juga datang dari PLTU Bawasalo melalui program PABa yang menyediakan bahan baku dan energi pendukung. Pemkab berharap model ini bisa diperluas ke lebih banyak desa di Barru.


Verifikasi lapangan turut dihadiri IPTU Sulfakar mewakili Kapolres Barru, Camat Soppeng Riaja Amrullah, SH, Camat Balusu Andi Maya Novitasari Sari, perwakilan Kadis Pertanian Muhammad Sadar, para kepala bidang DLH, serta Wakil Ketua Karang Mudakasir dan PLTU Zulkifli bagian lingkungan

Verifikasi Kalpataru 2026 diharapkan menjadi pintu bagi inovasi Rasyid untuk mendapat pengakuan nasional sekaligus memperkuat ketahanan pangan Barru.