Herdiman Tabi pada OPINI
15 Mei 2026 21:06 - 2 menit reading

Riset Dr. Muh. Rasda Rais: Volume Penjualan Jadi Penentu Utama Pendapatan Budidaya Udang Vannamei

BARRU AK77NEWS.COM – Budidaya udang vannamei terbukti jadi motor penggerak ekonomi pesisir. Tapi bagi petambak, panen melimpah saja tidak cukup. Kunci utama peningkatan pendapatan ternyata ada pada satu hal: volume penjualan.

Hal ini diungkapkan Muh. Rasda Rais, Dosen Jurusan Bisnis sekaligus Doktor Kepakaran Sosial Ekonomi Pertanian, dalam kajian ilmiahnya tentang hubungan volume penjualan dan pendapatan usaha budidaya udang vannamei.

Menurutnya, udang vannamei memang sudah lama jadi primadona ekspor perikanan Indonesia. Pertumbuhannya cepat, tahan penyakit, dan efisien pakan. Tidak heran jika komoditas ini menyumbang lebih dari 40 persen dari total produksi udang nasional.

“Data Kementerian Kelautan dan Perikanan menunjukkan nilai ekspornya terus meningkat dari tahun ke tahun,” jelas Rasda.

Namun, pendapatan petambak tidak otomatis naik seiring besarnya hasil panen. Yang menentukan justru seberapa banyak udang yang berhasil dijual dalam periode tertentu.

“Volume penjualan yang tinggi belum tentu langsung meningkatkan pendapatan apabila biaya produksi ikut naik atau harga jual mengalami penurunan,” ujarnya.

Rasda menekankan, pemahaman tentang pengaruh volume penjualan terhadap pendapatan sangat penting agar usaha budidaya bisa direncanakan lebih efektif dan berkelanjutan. Dari hasil penelitiannya di sejumlah wilayah pesisir, ada tiga faktor utama yang mendongkrak volume penjualan: faktor produksi yang optimal, akses pasar yang luas, dan penerapan teknologi budidaya yang tepat.

Umumnya, udang hasil panen dijual ke pengumpul, lalu diteruskan ke agen atau perusahaan ekspor. Di titik inilah strategi pemasaran dan efisiensi biaya produksi menjadi penentu keuntungan.

Alumni Program Doktor Ilmu Pertanian Pascasarjana UNHAS ini juga mengingatkan petambak agar mengelola biaya produksi dan biaya tetap dengan baik.

“Biaya adalah cost budidaya yang berpengaruh langsung pada volume usaha. Pengelolaan yang buruk bisa membuat usaha tidak jalan meskipun panen bagus,” katanya.

Ia berharap kajiannya bisa jadi rujukan bagi pelaku usaha agar budidaya udang vannamei semakin efisien, produktif, dan mampu bersaing di pasar domestik maupun ekspor.

Penulis:
Muh. Rasda Rais
Dosen Jurusan Bisnis pada PTN, Doktor Dalam Bidang Kepakaran Sosial Ekonomi Pertanian, Anggota Dewan Pakar DPP KKDB