
BARRU,AK77NEWS.COM– Nama Muhammad Fadli Alimuddin kembali mendapat perhatian di kancah internasional. Di usia 37 tahun, Penyuluh Agama Islam KUA Mallusetasi, Pendiri Madrasah Diniyah Awaliyah At Tanwir Kampung Baru, sekaligus Pimpinan Cabang DDI Mallusetasi ini resmi menerima gelar Profesor Honoris Causa dari International Islamic University for Sharia Sciences Mesir pada 12 Mei 2026.
Penghargaan kehormatan bidang Islamic Religious Education Specialization itu diberikan atas kontribusi nyata Fadli dalam pengembangan pendidikan Islam kontemporer, dakwah digital, dan pembinaan umat di daerah.Lahir di Kampung Baru Palanro, 27 Juli 1988, Fadli tumbuh dalam keluarga pendidik. Ayah dan ibunya, H. Alimuddin, S.Pd dan Hj. Rusmiati, S.Pd, menanamkan nilai disiplin dan keikhlasan sejak kecil.
Pendidikan agama pertamanya ia dapatkan dari sang nenek, Hj. P. Atisa Mustaring, sebelum menimba ilmu di Pondok Pesantren DDI Mangkoso Barru.Sebagai Penyuluh Agama Islam, Fadli aktif membina masyarakat Mallusetasi melalui ceramah, bimbingan keluarga sakinah, dan layanan keagamaan lainnya.
Perannya sebagai Da’i Kabupaten Barru membuatnya rutin hadir di tengah masyarakat, baik di majelis taklim maupun platform digital.Komitmennya di dunia pendidikan diwujudkan dengan mendirikan Madrasah Diniyah Awaliyah At Tanwir sejak 2014.
Lembaga ini menjadi pusat pembinaan karakter dan ilmu agama bagi anak-anak dan remaja di Kampung Baru. Di tempat yang sama, ia juga mengemban amanah sebagai Pimpinan Cabang DDI Mallusetasi, mengkoordinasikan kegiatan dakwah dan pendidikan DDI di wilayah tersebut.
Kesuksesan akademik Fadli ditopang oleh produktivitas menulis. Ia telah menerbitkan tiga buku ber-ISBN yang menjadi rujukan pendidik dan dai, Pendidikan Islam dan Realitas Sosial.
Kompetensi Guru dalam Mengembangkan Pembelajaran Efektif dan Literatur Materi-Materi Khutbah Jum’at Berbasis Kontemporer.
Karya ilmiahnya juga banyak dipublikasikan di jurnal nasional dan internasional.Gelar Profesor Honoris Causa diberikan setelah Fadli dinyatakan lulus ujian kelayakan dan menyelesaikan seluruh persyaratan administratif.
Lembaga penganugerah menilai pemikiran Fadli tentang pendidikan Islam kontemporer relevan dengan tantangan zaman dan memberikan dampak nyata melalui lembaga pendidikan yang ia kelola.“Peran saya sebagai penyuluh, pendidik, dan pimpinan organisasi adalah satu kesatuan.
Semua bermuara pada satu tujuan: mencerdaskan dan membina umat. Pengakuan ini adalah amanah untuk terus berbuat lebih baik,” ujar Fadli.
Gelar kehormatan ini ditandatangani langsung oleh Prof. Dr. (H.C.) Yusuf Qordhowi, M.A., Ph.D selaku Head of the International Islamic University for Sharia Sciences Mesir.
Bagi masyarakat Mallusetasi, Fadli dikenal sebagai tokoh agama yang menjadi perekat umat. Ia merangkul perbedaan dengan pendekatan kultural dan damai, serta konsisten mendampingi masyarakat dalam urusan agama dan sosial. Kisahnya menjadi bukti bahwa kerja keras, ilmu, dan keikhlasan mengabdi bisa membuka jalan menuju pengakuan yang lebih luas.