Herdiman Tabi pada Pemerintahan
11 Mei 2026 14:37 - 3 menit reading

Lawallu Jadi Titik Awal, Andi Ina Percepat Penanganan Stunting Lewat P3S Posyandu

Barru AK77,NESES.COM – Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, S.H., http://M.Si. menghadiri sekaligus melaunching program Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (P3S) Posyandu Menira di Desa Lawallu, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru, Senin (11/05/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari intervensi serentak percepatan pencegahan dan penurunan stunting yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Barru melalui penguatan peran dan pelayanan posyandu di tingkat desa. Peluncuran P3S turut diikuti secara daring oleh sejumlah posyandu dari berbagai wilayah melalui Zoom Meeting.

Dalam arahannya, Bupati Barru menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh kader posyandu, tenaga kesehatan, operator data, serta para ibu balita yang telah berkontribusi aktif dalam upaya penurunan stunting di Kabupaten Barru. Bupati menegaskan bahwa penanganan stunting merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

“Bu Bupati datang untuk menyapa kita semuanya dan berharap semoga insya Allah semuanya sehat-sehat dan tetap semangat. Khusus semua posyandu yang ikut zoom, tolong diperhatikan anak-anak kita. Anak-anak adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar Bupati Andi Ina.

Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa stunting bukan hanya berkaitan dengan tinggi badan, melainkan berdampak pada perkembangan otak, kualitas kesehatan, dan masa depan generasi bangsa. Oleh karena itu, pencegahan harus dimulai sejak dini melalui pemenuhan gizi ibu hamil, pemberian ASI eksklusif, serta pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin di posyandu.

“Posyandu adalah garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya bagi ibu hamil, bayi, dan balita. Melalui posyandu, kita bisa mendeteksi lebih dini masalah gizi dan pertumbuhan anak,” jelasnya.

Bupati juga memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para kader posyandu yang dinilainya sebagai ujung tombak keberhasilan program penurunan stunting di Kabupaten Barru.

“Pemerintah Kabupaten Barru sangat mengapresiasi dedikasi kader posyandu yang bekerja langsung di tengah masyarakat. Kader adalah ujung tombak keberhasilan penurunan stunting,” tegas Bupati.

Dalam kesempatan tersebut, dilaporkan bahwa jumlah anak stunting di Kabupaten Barru saat ini tercatat sekitar 1.600 anak. Menanggapi hal tersebut, Bupati Andi Ina menyatakan optimisme bahwa melalui kerja kolaboratif dan intervensi yang tepat sasaran, angka stunting dapat terus ditekan.

“Saya berharap insya Allah dalam satu tahun kepemimpinan kami di tahun 2026 ini jumlah anak stunting bisa menurun. Semangat semuanya, ada Ibu Bupati dan Pak Wakil Bupati membersamai kita semua,” tuturnya.

Bupati juga mengimbau kepada seluruh orang tua untuk rutin membawa anak ke posyandu guna dilakukan penimbangan, pengukuran tinggi badan, serta pemantauan tumbuh kembang secara berkala. Selain itu, pemberian makanan bergizi, imunisasi lengkap, sanitasi yang baik, serta pola asuh yang sehat menjadi kunci dalam pencegahan stunting.

“Anak-anak Barru harus tumbuh dan berkembang dengan baik. Mereka harus mendapatkan asupan gizi yang baik dan pendidikan yang baik, agar kelak menjadi generasi yang tampil di depan, bukan hanya menjadi penonton,” pesan Bupati.

Peluncuran P3S Posyandu Menira ini merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Barru dalam memperkuat sinergi lintas sektor. Program ini meliputi pendataan sasaran, penimbangan dan pengukuran balita, pemeriksaan ibu hamil, edukasi gizi, serta memastikan seluruh intervensi penanganan stunting berjalan tepat sasaran.

Hal ini sejalan dengan upaya mewujudkan generasi Barru yang sehat, cerdas, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan, Camat Soppeng Riaja, Kepala Desa Lawallu, Ketua TP PKK Kecamatan dan Desa, para kader posyandu, tenaga kesehatan Puskesmas Soppeng Riaja, serta para ibu balita.