AK77NEWS.COM, BARRU — Komitmen Pemerintah Kabupaten Barru menjadikan sektor pertanian sebagai pilar utama pembangunan kembali ditegaskan Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari. Hal itu disampaikan saat memimpin percepatan tanam program Optimasi Lahan (Opla) di Kelurahan Sepe’e, Kecamatan Barru, Kamis (30/4/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari tanam serentak nasional yang dipusatkan di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Di Barru, percepatan tanam ditandai dengan penanaman padi bersama di lahan Kelompok Tani Sepee 1 oleh Bupati Barru, Tenaga Ahli Menteri Pertanian, unsur Forkopimda, Wakil Direktur 3 Polbangtan Gowa, dan Camat Barru.
Dalam sambutannya, Bupati Andi Ina menegaskan bahwa pertanian adalah “jantung” perekonomian daerah karena sebagian besar masyarakat Barru menggantungkan hidup di sektor tersebut. Ia menekankan pentingnya penanganan pertanian oleh SDM yang kompeten dan berintegritas.
“Pertanian adalah jantungnya Kabupaten Barru. Saya tidak ingin salah memilih, sektor ini harus ditangani oleh orang-orang yang tepat,” tegas Andi Ina.
Bupati juga mengapresiasi kolaborasi multipihak, mulai dari akademisi, Polbangtan Gowa, Forkopimda, BPS, perbankan, Bulog, hingga penyuluh pertanian. Peran Bulog secara khusus disorot dalam menjaga stabilitas harga gabah petani yang saat ini berada di kisaran Rp6.500 hingga Rp7.200 per kilogram.
Menurut Andi Ina, kinerja sektor pertanian mendorong pertumbuhan ekonomi Barru secara signifikan. Berdasarkan data BPS, ekonomi Barru tumbuh dari 4,93 persen pada 2024 menjadi 5,16 persen dalam satu tahun terakhir, melampaui rata-rata nasional 5,12 persen.
“Ini bukan kata Bupati, tapi data BPS. Alhamdulillah, pertumbuhan ekonomi Barru 5,16 persen, di atas rata-rata nasional 5,12 persen. Artinya sektor pertanian kita benar-benar memberi kontribusi nyata,” ujarnya.
Ia menjelaskan, peningkatan produksi tidak lepas dari program Luas Tambah Tanam (LTT) Kementerian Pertanian. Dengan luas baku sawah sekitar 15.000 hektare, Barru mampu meningkatkan luas tanam hingga lebih dari 30.000 hektare, bahkan mendekati 36.000 hektare melalui peningkatan indeks pertanaman.
“Yang tadinya satu kali panen bisa dua kali, bahkan tiga kali. Itulah kekuatan LTT,” jelasnya.
Andi Ina juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pertanian atas berbagai program dan perhatian untuk Barru. “Kalau kita berikan kepada ahlinya, Insyaallah dari hulu sampai hilir akan terselesaikan dengan baik,” tutupnya.
Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Percepatan Program Strategis, Abdul Haris Bahrun, memuji kinerja Pemkab Barru. Ia menyebut Andi Ina sebagai salah satu kepala daerah paling aktif berkoordinasi dengan Kementan. “Ibu Bupati ini salah satu yang paling rajin ke Kementerian Pertanian. Wajar kalau Barru banyak mendapatkan bantuan,” ujarnya.
Abdul Haris menyebut Barru menjadi lokasi strategis tanam serentak nasional program Opla seluas 50.000 hektare. Progres tanam di Barru terus meningkat dengan target capaian 80 hingga 90 persen.
Ia menambahkan, Barru dikenal dengan produktivitas padi tinggi di Sulsel, mencapai 6 hingga 7 ton per hektare. Data produksi juga naik dari sekitar 129 ribu ton menjadi 139 ribu ton. Capaian ini ikut mendukung stok beras nasional yang kini mencapai 5 juta ton.
Menghadapi potensi El Niño, pemerintah mendorong penggunaan benih unggul umur genjah, optimalisasi pompanisasi, dan penguatan irigasi. “Kalau satu kali tanam harus jadi dua kali, kalau dua kali harus jadi tiga kali. Itu kunci peningkatan produksi,” jelasnya.
Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Barru, Ahmad, melaporkan Barru mendapat alokasi Opla 2025 seluas 1.943 hektare. Program ini terbukti meningkatkan produksi dan produktivitas hingga 21,83 persen versi BPS.
Pada kegiatan ini, dilakukan penanaman di hamparan 50 hektare menggunakan varietas unggul Inpari. Untuk MT3 direncanakan varietas super genjah Cakra Buana dengan umur panen 75 hari. Ahmad menargetkan realisasi tanam Opla mencapai 600 hektare hingga akhir April 2026.
“Ini merupakan langkah strategis kita agar produksi tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan iklim,” ujarnya.
Turut hadir Tenaga Ahli Bidang Kerja Sama Antar Lembaga Kementan, Tenaga Ahli Bidang Lingkungan Kementan, Kabag Perekonomian dan SDA Setda Barru, Kepala BPS Barru, Pimpinan Cabang Bank Sulselbar Barru, Relationship Manager Funding & Transaksi BRI Cabang Barru, para Danramil se-Barru, Kapolsek Barru, Lurah Sepee, para Babinsa, Bhabinkamtibmas Sepee, Ketua dan pengurus KTNA Barru, para PPL, manager Brigade Pangan, serta kelompok tani.
Penulis: Tim http://AK77NEWS.COM
Editor: Redakso