BARRU AK77NEWS .COM– Wakil Bupati Barru, Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si., menghadiri Rapat Koordinasi Pelaksanaan Kegiatan Sulsel Expo & Culinary melalui Zoom Meeting dari Ruang Basic, Senin (12/10/2026).
Rapat koordinasi ini dilaksanakan sebagai upaya memperkuat koordinasi dan sinergi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dengan pemerintah kabupaten/kota dalam mempersiapkan pelaksanaan Sulsel Expo & Culinary 2026.
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 17–18 Oktober 2026 di Lapangan Hasanuddin, Makassar, tersebut akan menghadirkan sejumlah agenda, di antaranya Expo Pangan Murah, Kuliner, dan Anti Mager.
Dalam rapat tersebut, Wakil Bupati Barru menyampaikan kesiapan Pemerintah Kabupaten Barru untuk berpartisipasi aktif dengan menghadirkan berbagai produk unggulan daerah yang berpotensi dikembangkan sebagai produk bernilai ekonomi bagi masyarakat.
Abustan mengungkapkan, Kabupaten Barru memiliki sejumlah komoditas unggulan yang siap diperkenalkan dan dipasarkan dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kopi Barru atau KOBAR, gula aren, telur asin, nanas, dan ubi kayu.
Menurutnya, Kopi Barru merupakan salah satu produk yang tengah dikembangkan sebagai identitas khas daerah. Meskipun produksinya masih terbatas, Pemerintah Kabupaten Barru terus berupaya mendorong pengembangan dan pemasaran produk tersebut agar semakin dikenal masyarakat luas.
Selain kopi, gula aren juga menjadi produk potensial yang dapat dipasarkan dalam kegiatan ini. Saat ini, terdapat beberapa usaha kecil di Kabupaten Barru yang telah memproduksi gula aren siap konsumsi, sehingga berpeluang untuk dikembangkan melalui promosi dan pemasaran secara langsung.
Usulkan Booth Khusus untuk Produk Kabupaten Barru
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Barru mengusulkan agar setiap kabupaten/kota mendapatkan booth atau tenda khusus untuk memamerkan sekaligus memasarkan produk unggulannya masing-masing.
Menurutnya, penyediaan tempat khusus bagi setiap daerah akan memudahkan pelaku UMKM dalam mempromosikan produk, membangun identitas usaha, serta berinteraksi langsung dengan calon pembeli.
Ia juga mengusulkan agar durasi pelaksanaan kegiatan dapat diperpanjang dari dua hari menjadi lima hari. Usulan ini didasarkan pada pengalaman Kabupaten Barru dalam melaksanakan kegiatan pemasaran produk UMKM, yang menunjukkan bahwa pelaku usaha membutuhkan waktu lebih panjang untuk menjangkau konsumen dan memperoleh hasil penjualan yang optimal.
“Kalau memungkinkan, pelaksanaannya jangan hanya dua hari. Kami mengusulkan lima hari agar masyarakat memiliki waktu yang cukup untuk berkunjung dan berbelanja. Dengan begitu, pelaku UMKM bisa memperoleh hasil penjualan yang lebih baik, sehingga pendapatan yang diperoleh dapat menutupi biaya mobilisasi dan memberikan keuntungan bagi usaha mereka,” ungkapnya.
Abustan menegaskan, Pemerintah Kabupaten Barru siap memberikan dukungan secara maksimal, termasuk dengan membawa kendaraan yang dihias dan dimanfaatkan sebagai sarana promosi produk unggulan daerah.
Dorong Produk Lokal dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
Lebih lanjut, Wakil Bupati Barru turut memaparkan potensi pengembangan telur asin yang terhubung dengan program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Ia menjelaskan, program bantuan ayam kepada masyarakat kurang mampu yang dijalankan di Kabupaten Barru telah memberikan peluang bagi keluarga penerima manfaat untuk menghasilkan produk peternakan yang memiliki nilai ekonomi.
Berdasarkan hasil yang disampaikan dalam rapat, produksi telur dari program tersebut telah mencapai sekitar 600 butir per hari. Potensi ini dapat dikembangkan melalui kerja sama dengan pelaku usaha kecil, khususnya produsen telur asin, sehingga telur yang dihasilkan tidak hanya dipasarkan dalam bentuk mentah, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai tambah.
Wakil Bupati berharap, keterlibatan Kabupaten Barru dalam Sulsel Expo & Culinary dapat menjadi sarana memperluas pasar produk lokal, memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta mendorong peningkatan pendapatan masyarakat.
“Insyaallah, Kabupaten Barru siap berpartisipasi secara maksimal dengan membawa produk-produk unggulan daerah. Kami berharap kegiatan ini menjadi kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk mereka, memperluas pemasaran, dan meningkatkan pendapatan,” tuturnya.
Kehadiran Kabupaten Barru dalam kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang promosi produk, tetapi juga membuka peluang kerja sama antardaerah, memperkuat jaringan pemasaran, serta meningkatkan daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas.
Turut mendampingi Wakil Bupati Barru dalam rapat koordinasi tersebut, Asisten II, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Ketenagakerjaan, Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PMDPPKB), Kepala Bapperida, Kepala Bagian Ekonomi, serta Kepala Bidang Pariwisata.

Komentar