BARRU AK77NEWS.COM— Pemerintah Kabupaten Barru bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Barru resmi meluncurkan Program Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Ekonomi Berkecukupan dan Berkelanjutan Tahun 2026.
Program tersebut menjadi langkah konkret Pemkab Barru bersama Baznas dan sejumlah pemangku kepentingan untuk mendorong masyarakat miskin dan rentan miskin agar tidak hanya menerima bantuan, tetapi mampu membangun sumber pendapatan yang produktif dan berkelanjutan.
Launching program yang mengusung tema “Bersama Membangun Kemandirian Ekonomi Menuju Keluarga Sejahtera” itu dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), berlangsung di Ruang Pertemuan Lantai 2 Bapperida Barru, Jumat (11/9/2026).
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si.
Dalam sambutannya, Andi Ina memberikan apresiasi kepada Wakil Bupati Barru Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si., yang disebut sebagai salah satu penggagas lahirnya program tersebut.
“Terima kasih kepada Pak Wakil Bupati, karena program ini merupakan hasil atau buah pemikiran dari Pak Wakil,” ujar Andi Ina.
Menurut Bupati, kemiskinan tidak semata-mata disebabkan oleh keterbatasan pendapatan. Persoalan tersebut juga berkaitan dengan terbatasnya akses masyarakat terhadap sumber penghasilan, keterampilan, pasar, permodalan, hingga kemampuan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Karena itu, penanggulangan kemiskinan tidak cukup hanya mengandalkan bantuan yang bersifat konsumtif.
Pemerintah, kata dia, harus menghadirkan intervensi yang mampu meningkatkan kapasitas masyarakat, membuka peluang usaha, menciptakan sumber pendapatan, sekaligus membangun kemandirian ekonomi keluarga.
“Yang tadinya mereka menjadi penerima bantuan, kita harapkan ke depan mereka tidak lagi menjadi penerima bantuan, tetapi justru mampu menjadi pihak yang memberikan bantuan kepada orang lain,” tegasnya.
Andi Ina menekankan agar bantuan yang diberikan dalam program tersebut tidak dipandang sebagai bantuan yang habis setelah diterima.
Sebaliknya, bantuan harus menjadi modal usaha dan aset produktif yang dijaga, dikelola dan dikembangkan oleh penerima manfaat.
“Ini bukan bantuan yang habis setelah diterima. Bantuan yang diberikan harus dijaga, dikembangkan dan dikelola dengan benar,” katanya.
Ia juga mengingatkan penerima manfaat agar hasil usaha tidak seluruhnya digunakan untuk kebutuhan konsumsi. Sebagian keuntungan perlu diputar kembali sebagai modal sehingga usaha dapat berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang bagi keluarga.
Untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan, Bupati meminta seluruh perangkat daerah terkait, pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan, Baznas serta pihak terkait lainnya melakukan pendampingan, monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan.
Menurutnya, ukuran keberhasilan program bukan sekadar berapa banyak bantuan yang telah disalurkan.
Namun, yang lebih penting adalah usaha penerima manfaat tumbuh, produktivitas meningkat, pendapatan keluarga bertambah dan masyarakat mampu keluar dari kondisi kemiskinan.
“Keberhasilan yang nyata adalah ketika beberapa bulan atau beberapa tahun kemudian kita melihat usaha mereka bertumbuh, pendapatan keluarga meningkat, dan mereka mampu keluar dari kondisi kemiskinan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana yang juga Kepala Bapperida Barru, H. A. Unru, ST., M.SP., menjelaskan bahwa launching dan penandatanganan PKS tersebut menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Barru.
Program tersebut dirancang untuk membangun sinergi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, perguruan tinggi, masyarakat dan berbagai mitra pembangunan.
Selain membuka akses terhadap peluang usaha, program juga diarahkan untuk memperluas akses masyarakat miskin dan rentan miskin terhadap sumber ekonomi produktif, permodalan, keterampilan, produksi, pengolahan hingga pemasaran hasil usaha.
Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut yakni penandatanganan PKS antara para lurah se-Kabupaten Barru dengan Baznas Kabupaten Barru sebagai tindak lanjut kerja sama Pemkab Barru dengan Baznas.
H. A. Unru menyebutkan, tahap awal program menyasar 18 rumah tangga miskin yang berada pada desil 1 sampai 5 dan tersebar di sejumlah kelurahan di Kabupaten Barru.
Program tersebut selanjutnya akan dikembangkan hingga menjangkau rumah tangga miskin di seluruh desa dengan kriteria penerima manfaat sesuai petunjuk teknis yang telah ditetapkan.
“Pada kesempatan ini juga kami laporkan ada sembilan desa yang telah siap melaksanakan kegiatan ini melalui dana desa,” jelasnya
Dalam launching tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan kepada penerima manfaat berupa 100 ekor ayam, 35 ekor itik siap bertelur, 10 polibag beserta bibit tanaman hortikultura, serta kandang dan kelengkapannya.
Bantuan tersebut menjadi modal awal bagi penerima manfaat untuk menjalankan usaha produktif sesuai potensi yang dimiliki.
Konsep bantuan produktif tersebut diharapkan mampu menciptakan sumber pendapatan baru bagi keluarga penerima manfaat, sekaligus menjadi titik awal menuju kemandirian ekonomi.
Pemerintah Kabupaten Barru juga menekankan pentingnya pendampingan secara berkelanjutan agar bantuan tidak berhenti sebagai program sesaat, melainkan berkembang menjadi usaha yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Barru Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si., Ketua DPRD Barru Drs. H. Syamsuddin Muhiddin, M.Si., Sekretaris Daerah Barru Andi Syarifuddin, S.IP., M.Si., Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Drs. Fariadi Abujahja, M.M., para pimpinan OPD terkait, camat, lurah dan kepala desa se-Kabupaten Barru, Ketua Baznas Barru, pimpinan BUMN/BUMD, serta para penerima manfaat.
Melalui program tersebut, Pemkab Barru bersama Baznas menargetkan penanggulangan kemiskinan tidak lagi berhenti pada pola pemberian bantuan, tetapi bergerak menuju pemberdayaan, produktivitas dan kemandirian ekonomi masyarakat.

Komentar