Pemerintahan
Beranda / Pemerintahan / Buka Lebih Banyak Peluang Kerja, Lobi Bupati Andi Ina Hadirkan 37 Paket Pelatihan Vokasi

Buka Lebih Banyak Peluang Kerja, Lobi Bupati Andi Ina Hadirkan 37 Paket Pelatihan Vokasi


BARRU, AK77NEWS.COM — Ikhtiar Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat terus bergerak. Melalui komunikasi dan lobi intensif dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Pangkep, Pemerintah Kabupaten Barru berhasil menghadirkan puluhan paket pelatihan kerja berbasis kompetensi bagi masyarakat.


Program tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama Pemkab Barru dengan BPVP Pangkep yang berada di bawah naungan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.


Bagi Bupati Andi Ina, kerja sama tidak boleh berhenti pada penandatanganan MoU, tetapi harus diterjemahkan menjadi program nyata yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.


Berkat komunikasi dan lobi kepada Kepala BPVP Pangkep Ashari Arifuddin, S.T., M.M., Kabupaten Barru telah memperoleh 22 paket pelatihan, dengan masing-masing paket diikuti 16 peserta.


Dari 22 paket tersebut, enam paket telah selesai dan sementara berjalan, sementara paket lainnya menunggu jadwal pelaksanaan. Selain itu, terdapat 15 paket tambahan yang saat ini masih dalam proses verifikasi oleh BPVP Pangkep.

Pangdam XIV/Hasanuddin Tinjau Jembatan Perintis Garuda di Bottoe, Bupati Barru: Harapan Baru bagi 90 KK


Dengan demikian, terdapat potensi 37 paket pelatihan yang dapat dihadirkan bagi masyarakat Barru apabila seluruh paket tambahan dinyatakan memenuhi hasil verifikasi dan direalisasikan.


Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Barru, Syamsir, S.IP., M.Si., menjelaskan, pelatihan tersebut menggunakan metode Tailor Made Training (TMT).


Metode ini merupakan program pelatihan kerja gratis dengan rancangan khusus yang fleksibel dan bersifat jemput bola. Kurikulum serta jenis pelatihan disesuaikan dengan potensi daerah, kebutuhan industri dan pasar kerja lokal.


“Pelatihannya tidak sekadar menyediakan program yang sudah ada, tetapi disesuaikan dengan potensi daerah, kebutuhan industri dan pasar kerja lokal. Jadi masyarakat dilatih berdasarkan peluang yang memang ada di daerahnya,” jelas Syamsir dalam keterangannya, Jumat (21/8/2026).


Pendekatan tersebut memungkinkan pelatihan menyentuh langsung potensi ekonomi masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan.

Dampak El Nino di Barru, PMI-PDAM-BPBD,BPBPK, DLH hingga Damkar Bersatu Salurkan Air Bersih ke Warga, Bupati Apresiasi


Salah satunya di Desa Gattareng yang memiliki potensi tanaman kopi. Di wilayah tersebut, pelatihan diarahkan pada keterampilan yang berkaitan dengan komoditas kopi, mulai dari roasting, peracik kopi atau barista, hingga digital marketing.
Dengan pola tersebut, kopi tidak hanya dipandang sebagai komoditas pertanian, tetapi juga dikembangkan menjadi peluang usaha yang memiliki nilai tambah.


Beragam pelatihan lainnya juga dilaksanakan, antara lain pengelasan, tata rias, pembuatan kue dan roti, menjahit, servis motor injeksi, pengolahan sampah organik, public speaking/MC, tanaman hidroponik serta berbagai keterampilan lainnya.


Syamsir menambahkan, pelatihan diarahkan pada keterampilan praktis yang dapat langsung dimanfaatkan peserta, baik untuk berusaha secara mandiri maupun terserap pada industri dan pasar kerja.


“Harapannya setelah mengikuti pelatihan, peserta tidak hanya mendapatkan sertifikat atau pengetahuan, tetapi memiliki keterampilan yang benar-benar bisa digunakan untuk bekerja atau membuka usaha sendiri,” ujarnya.


Pelaksanaan pelatihan juga didekatkan dengan masyarakat. Selain dilaksanakan di BLK Barru dan LPK binaan BLK Barru, sejumlah pelatihan dilaksanakan langsung di desa dan kelurahan

Sekda Barru Buka Sosialisasi Bantuan Pangan Beras, Akurasi Data Jadi Perhatian Utama


Dengan sistem jemput bola tersebut, masyarakat tidak harus pergi jauh untuk mendapatkan pelatihan. Program hadir mendekati calon peserta dan disesuaikan dengan potensi yang ada di wilayah masing-masing.


Bagi Pemkab Barru, pelatihan vokasi menjadi salah satu strategi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan dan daya saing.


Pelatihan vokasi berfokus pada penguasaan keterampilan praktis untuk mempersiapkan seseorang bekerja pada bidang atau profesi tertentu. Pendekatan ini mengutamakan praktik agar peserta lebih siap memasuki dunia kerja maupun menciptakan usaha mandiri.


Program tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana komunikasi dan kemampuan lobi kepala daerah dapat diterjemahkan menjadi program konkret yang menyentuh masyarakat.


MoU antara Pemkab Barru dan BPVP Pangkep tidak berhenti sebagai dokumen kerja sama. Bupati Barru terus mengawal dan mendorong agar kerja sama tersebut menghasilkan sebanyak mungkin paket pelatihan yang dapat dinikmati masyarakat.


Dengan 22 paket yang telah diperoleh serta 15 paket tambahan yang masih dalam proses verifikasi, Pemkab Barru terus membuka ruang lebih luas bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan, menciptakan usaha baru sekaligus memperbesar peluang terserap di dunia kerja.


“Dari lobi Bupati Barru, peluang peningkatan keterampilan dan kerja diupayakan hadir lebih dekat dengan masyarakat hingga ke desa dan kelurahan,” tutup Syamsir.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalender

Agustus 2026
S S R K J S M
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31