Pemerintahan
Beranda / Pemerintahan / Bupati Barru Matangkan Operasional Sekolah Rakyat, Tekankan Kualitas Bangunan dan Prioritas untuk Warga Lokal

Bupati Barru Matangkan Operasional Sekolah Rakyat, Tekankan Kualitas Bangunan dan Prioritas untuk Warga Lokal

BARRU AK77NEWS.COM – Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., memimpin rapat koordinasi persiapan operasional Sekolah Rakyat di Ruang Rapat Pimpinan Lantai 5 Kantor Bupati Barru, Rabu (8/7/2026). Rapat tersebut digelar untuk memastikan seluruh kesiapan program berjalan optimal sebelum peresmian serentak oleh Presiden Republik Indonesia pada 14 Juli 2026.


Dalam arahannya, Bupati menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga Kabupaten Barru menjadi salah satu dari sembilan daerah di Sulawesi Selatan yang dipercaya melaksanakan Program Sekolah Rakyat Permanen.


Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh unsur pemerintah daerah bersama Forkopimda dalam memperjuangkan hadirnya program strategis nasional tersebut di Barru.


Bupati menegaskan bahwa seluruh persiapan harus dipastikan selesai tepat waktu, mulai dari ruang belajar, asrama, fasilitas pendukung, perlengkapan siswa hingga koordinasi lintas perangkat daerah agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung sejak hari pertama tanpa kendala.


Kepada kontraktor pelaksana dari PT Waskita Karya, Ardian Saputra, Bupati mengingatkan agar target penyelesaian pekerjaan tidak mengorbankan mutu bangunan.
“Jangan memburu target waktu tetapi mengabaikan kualitas bangunan. Sekolah Rakyat ini akan menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Barru. Karena itu kualitasnya harus benar-benar dijaga,” tegas Andi Ina.

Wabup Barru Beberkan 5 Prinsip Penyusunan RPJMDes, Tekankan Pembangunan Desa Harus Inklusif


Ia juga memberi perhatian khusus terhadap fasilitas sanitasi. Menurutnya, toilet merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, bersih, dan nyaman bagi para siswa.
“Saya perempuan, jadi saya sangat memperhatikan toilet. Jangan sampai bangunannya megah tetapi toiletnya tidak layak. Toilet harus bersih, higienis, dan nyaman digunakan anak-anak,” ujarnya.


Selain pembangunan fisik, Bupati meminta seluruh kebutuhan operasional, termasuk perlengkapan siswa, segera dipastikan melalui koordinasi intensif dengan Kementerian Sosial RI. Ia menegaskan kesiapan sekolah tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan gedung, tetapi juga kesiapan seluruh layanan ketika siswa mulai menempati asrama.


Seluruh organisasi perangkat daerah juga diminta mengambil peran sesuai tugas masing-masing. Dinas Kesehatan diminta menyiapkan pemeriksaan kesehatan siswa, Satpol PP bertugas mendukung pengamanan selama proses penerimaan peserta didik, sedangkan Dinas Lingkungan Hidup diminta memastikan pengelolaan sampah berjalan optimal mengingat ratusan penghuni akan tinggal di kawasan Sekolah Rakyat.


“Semua OPD harus bergerak. Jangan ada yang bekerja sendiri-sendiri. Kita sukseskan bersama karena ini adalah program negara sekaligus kebanggaan masyarakat Barru,” katanya.


Bupati juga menegaskan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat harus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat. Ia berharap pelaku usaha lokal mendapat prioritas dalam penyediaan kebutuhan sekolah, sementara tenaga pendukung seperti petugas keamanan, tenaga kebersihan, juru masak, dan pekerjaan lainnya juga diutamakan berasal dari Kabupaten Barru sesuai ketentuan yang berlaku.

Sekda Barru Buka Sosialisasi Pengenalan Pita Cukai, Aparatur Dibekali Cara Kenali Rokok Ilegal


“Saya tidak mau masyarakat Barru hanya menjadi penonton. Pengusaha lokal dan tenaga kerja lokal harus merasakan manfaat dari hadirnya Sekolah Rakyat ini,” tegasnya.
Sementara itu, proses rekrutmen tenaga pendidik diminta tetap mengedepankan profesionalisme dan kompetensi, bukan kedekatan maupun hubungan keluarga.
Di sisi lain, Bupati juga mengingatkan agar seleksi calon siswa tetap mengacu pada ketentuan pemerintah dengan memprioritaskan keluarga kategori desil 1 dan desil 2, disertai pemerataan peserta dari seluruh kecamatan serta pemeriksaan kesehatan fisik dan mental secara menyeluruh.


Perhatian turut diberikan terhadap penyediaan air bersih. Bupati meminta PDAM Barru menjamin pasokan air bagi Sekolah Rakyat tanpa mengurangi pelayanan kepada masyarakat sekitar serta memastikan kualitas air memenuhi standar kesehatan.


Sebelumnya, Ardian Saputra selaku kontraktor pelaksana PT Waskita Karya menjelaskan bahwa fasilitas utama untuk operasional awal telah siap digunakan. Sebanyak 330 siswa dijadwalkan mulai memasuki kawasan Sekolah Rakyat pada 14 Juli 2026 menggunakan ruang belajar dan asrama sementara, sedangkan penyelesaian seluruh fasilitas permanen ditargetkan rampung pada 20 Juli 2026.


Perwakilan Kementerian Sosial RI, Nurlina selaku PIC Persiapan MPLS Sekolah Rakyat Permanen Barru, mengapresiasi kesiapan Pemerintah Kabupaten Barru. Berdasarkan hasil pemantauan di Sulawesi Selatan, progres persiapan Sekolah Rakyat di Barru dinilai sebagai salah satu yang paling siap dan berpotensi menjadi percontohan bagi daerah lain.


Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri kepala OPD terkait, Kepala BPS Kabupaten Barru, jajaran PIC Sekolah Rakyat Kementerian Sosial RI, Camat Soppeng Riaja, Wakil Kepala SRT 65 Barru bersama wali asuh, Kepala Desa Lawallu, serta sejumlah undangan lainnya

Mahasiswa KKN Unhas Paparkan Program Literasi, Perpustakaan Desa Laguruda Disiapkan Jadi Pusat Belajar Masyarakat

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *