GORONTALO, AK77NEWS.COM – Semangat belajar petani Barru terlihat dari Darman, Ketua Kelompok Tani To Nepo sekaligus penggerak petani jagung Desa Nepo. Ia tampil antusias sejak hari pertama Pekan Nasional PENAS XVII 2026 Gorontalo demi mencari inovasi untuk memajukan jagung di Kabupaten Barru.
Darman aktif menyusuri setiap stan yang menampilkan teknologi dan pengembangan komoditas jagung. Tak hanya melihat, ia ikut diskusi langsung dengan narasumber untuk menyerap ilmu yang bisa diterapkan di desanya.
Keikutsertaan Darman merupakan amanah Pemkab Barru melalui Dinas Pangan, Hortikultura dan Perkebunan. Ia dipilih sebagai perwakilan petani jagung karena dedikasinya membina petani jagung Desa Nepo.
“Saya ingin memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk belajar dan mencari inovasi yang bisa membantu meningkatkan produktivitas petani jagung di Barru, khususnya di Desa Nepo,” ungkapnya.
Di sesi temu wicara dan dialog nasional, Darman aktif bertanya soal benih jagung unggul, pembangunan jalan tani, hingga pemanfaatan dryer untuk pascapanen. Baginya, pertanian maju butuh teknologi, sarana memadai, dan SDM yang terus belajar.
Darman juga bangga bisa berdiskusi langsung dengan pemangku kebijakan nasional: Direktur Utama Perum Bulog, jajaran Ditjen Lahan dan Irigasi Pertanian, Dirut Pupuk Indonesia, hingga petani dari berbagai provinsi. Pertemuan itu membuka wawasan dan memotivasi petani Barru untuk terus berinovasi.
Di akhir kegiatan, Darman menyampaikan terima kasih kepada Bupati Barru dan Dinas Pangan, Hortikultura dan Perkebunan yang memberi kepercayaan. Ia juga mengapresiasi Ketua Rombongan Ir. Ahmad, M.M dan seluruh tim Barru yang memberi dukungan dan pendampingan selama PENAS.
“Terima kasih kepada Ibu Bupati, Dinas Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, serta seluruh tim Barru yang selalu mendukung kami. Dukungan ini menjadi penyemangat bagi saya untuk terus belajar dan membawa pulang ilmu yang bermanfaat bagi petani jagung di daerah kami,” tuturnya.
Semangat Darman membuktikan petani masa kini tidak hanya bekerja di lahan, tapi juga terbuka pada inovasi dan teknologi. Pemkab Barru optimistis keikutsertaan para petani di PENAS XVII 2026 akan membawa manfaat besar untuk peningkatan produksi jagung dan kesejahteraan petani.
Sepulang dari Gorontalo, Darman berencana membagikan hasil pembelajarannya melalui pertemuan rutin Kelompok Tani To Nepo. Ia akan memperkenalkan teknik tanam hemat air, pemilihan benih hibrida yang lebih tahan hama, serta cara pengoperasian dryer sederhana agar susut pascapanen bisa ditekan. “Ilmunya tidak boleh berhenti di saya. Harus sampai ke anggota kelompok dan petani lain di Nepo,” katanya.
Kepala Dinas Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Barru Ir. Ahmad, M.M mengapresiasi semangat Darman. Ia menyebut PENAS menjadi pintu masuk bagi petani Barru untuk mengakses jejaring, teknologi, dan pasar yang lebih luas. “Kami akan fasilitasi tindak lanjut hasil PENAS. Jika ada teknologi atau alat yang cocok untuk Barru, akan kita dorong melalui program Pemkab agar petani jagung kita naik kelas,” tegasnya.(DM)
(
“
“





