
BARRU, AK77NEWS.COM – Kabar duka menyelimuti dunia pendidikan Kabupaten Barru. Dra. Nurhayani, istri Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Barru, H. Abdullah Tintjo, S.Pd., M.Pd., telah berpulang ke rahmatullah.
Atas kepergian almarhumah, berbagai ungkapan belasungkawa mengalir dari kalangan pendidik, aparatur pemerintah, hingga keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Barru.
Ketua Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Barru, Tajuddin, S.Pd., M.Pd.I., menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya almarhumah yang dikenal sebagai sosok pendamping setia dalam perjalanan pengabdian H. Abdullah Tintjo di dunia pendidikan.
“Atas nama pribadi dan seluruh jajaran Kelompok Kerja Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Barru, kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Ibu Dra. Nurhayani. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala khilaf dan dosanya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya,” ujar Tajuddin.
Ia juga mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut.
“Kepada Bapak H. Abdullah Tintjo beserta seluruh keluarga besar, semoga diberikan kesabaran, keteguhan hati, dan keikhlasan dalam menerima takdir Allah SWT. Semoga almarhumah husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa mendapat limpahan rahmat-Nya,” tambahnya.
Kepergian Dra. Nurhayani turut menjadi duka bagi keluarga besar pendidikan di Kabupaten Barru. Pasalnya, sang suami, H. Abdullah Tintjo, merupakan salah satu tokoh pendidikan yang sangat dihormati dan berpengaruh di daerah tersebut.
Di bawah kepemimpinannya, PGRI Kabupaten Barru terus berperan aktif dalam memperjuangkan peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan guru. H. Abdullah Tintjo juga dipercaya memimpin organisasi profesi guru tersebut selama dua periode berturut-turut, yakni 2020–2025 dan 2025–2030.
Hubungan yang harmonis antara jajaran pengawas madrasah, tenaga pendidik, serta organisasi profesi pendidikan selama ini menjadi bagian penting dalam upaya memajukan dunia pendidikan di Barru. Karena itu, wafatnya almarhumah tidak hanya menjadi kehilangan bagi keluarga, tetapi juga menghadirkan rasa duka yang mendalam bagi banyak pihak yang mengenal dan menghormati keluarga besar H. Abdullah Tintjo.
Semoga almarhumah Dra. Nurhayani mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan dalam menghadapi cobaan ini. Aamiin. (*)